INDUSTRY.co.id - Jakarta — RoaminRabbit, platform konektivitas perjalanan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menyediakan akses seluler global melalui teknologi eSIM, memperkenalkan Jojo the Rabbit, asisten virtual berbasis AI yang dirancang untuk membantu wisatawan memenuhi kebutuhan konektivitas selama perjalanan. Layanan ini memungkinkan pengguna memilih paket eSIM, mengatasi kendala koneksi, menemukan promosi, hingga memperoleh jawaban atas berbagai pertanyaan secara praktis melalui interaksi percakapan.
Kehadiran Jojo the Rabbit bertujuan menyederhanakan pengalaman wisatawan dalam menggunakan eSIM, terutama ketika bepergian ke luar negeri. Meski teknologi eSIM memungkinkan pengguna memperoleh akses internet tanpa harus menggunakan kartu SIM fisik, pemilihan paket yang sesuai dan penanganan masalah konektivitas masih menjadi tantangan bagi sebagian pelancong.
Wisatawan umumnya perlu membandingkan kuota data, masa berlaku, cakupan destinasi, dan harga sebelum menentukan paket yang tepat. Selain itu, mereka juga perlu memahami proses aktivasi serta mencari solusi ketika mengalami gangguan koneksi di negara yang belum familiar.
Melalui Jojo the Rabbit, RoaminRabbit menghadirkan layanan bantuan yang memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan menggunakan bahasa sehari-hari. Asisten virtual ini memberikan rekomendasi paket eSIM berdasarkan destinasi dan kebutuhan perjalanan, menyajikan informasi yang relevan, serta membantu pengguna mengatasi kendala konektivitas yang umum terjadi.
Pengguna juga dapat memperoleh informasi mengenai promosi tanpa harus menelusuri berbagai halaman secara manual. Dengan mengintegrasikan rekomendasi paket, panduan pemecahan masalah, dan informasi promosi dalam satu pengalaman percakapan, Jojo diharapkan dapat membuat pengelolaan kebutuhan internet selama perjalanan menjadi lebih mudah dan efisien.
Salah satu keunggulan Jojo the Rabbit adalah ketersediaannya selama 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu. Layanan ini memungkinkan wisatawan mendapatkan panduan sesuai kebutuhan, baik ketika merencanakan konektivitas sebelum keberangkatan maupun saat membutuhkan bantuan ketika berada di luar negeri.
Ketersediaan layanan sepanjang waktu tersebut juga ditujukan untuk menjangkau wisatawan yang berada di berbagai zona waktu. Dengan demikian, pengguna dapat mengakses informasi dan memperoleh panduan kapan pun dibutuhkan tanpa harus menyesuaikan waktu perjalanan dengan jam operasional layanan bantuan.
Co-Founder dan Chief Executive Officer RoaminRabbit, Glen Ramersan, mengatakan bahwa konektivitas internet merupakan bagian penting dari pengalaman perjalanan modern. Karena itu, proses memilih paket eSIM dan mendapatkan bantuan harus dibuat sesederhana mungkin.
“Terhubung dengan internet merupakan bagian penting dari perjalanan, dan menemukan paket eSIM yang tepat atau mendapatkan panduan seharusnya tidak menambah kerumitan dalam pengalaman bepergian,” kata Glen dalam keterangan resminya.
Ia menjelaskan, peluncuran Jojo the Rabbit merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memberikan pengalaman konektivitas yang lebih praktis bagi wisatawan. Melalui asisten virtual tersebut, pengguna diharapkan dapat mengeksplorasi berbagai pilihan konektivitas, mengajukan pertanyaan, dan memperoleh bantuan sesuai kebutuhan.
“Melalui Jojo the Rabbit, kami ingin memudahkan wisatawan dalam mengeksplorasi pilihan konektivitas, mengajukan pertanyaan, dan mendapatkan bantuan kapan pun mereka membutuhkannya. Pada akhirnya, tujuan kami adalah menjadikan proses mendapatkan dan mempertahankan konektivitas selama perjalanan lebih mudah dan lancar,” ujar Glen.
Saat ini, RoaminRabbit telah melayani lebih dari 100.000 pelancong di 200 negara dan destinasi. Platform tersebut menyasar berbagai kelompok pengguna, mulai dari wisatawan, profesional bisnis, pekerja jarak jauh atau digital nomad, hingga keluarga yang membutuhkan akses internet selama bepergian.
Melalui pengenalan Jojo the Rabbit, RoaminRabbit memperluas pemanfaatan teknologi AI dalam layanan konektivitas perjalanan. Asisten virtual ini diharapkan dapat membantu pengguna mengambil keputusan terkait kebutuhan internet sekaligus memperoleh dukungan yang lebih mudah diakses sebelum dan selama perjalanan internasional.