INDUSTRY.co.id - JAKARTA - Muhammad Sarmuji resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Perindustrian (Menperin) menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita.

Sarmuji sendiri bukan sosok baru di dunia politik. Sebelum dilantik menjadi Menperin, ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar dan merupakan anggota DPR RI.

Posisinya sebagai Sekjen Golkar membuat pergantian di Kemenperin ini masih diisi oleh kader beringin.

Pelantikan tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (1/10/2026), berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 104/P Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.

Sehari setelah dilantik di Istana, Sarmuji langsung melakukan serah terima jabatan di Kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada Jumat (2/10/2026) dan memaparkan 3 janji utamanya.

1. Jadikan Industri Tumpuan Ekonomi dan Tenaga Kerja

Janji pertama adalah menjadikan sektor industri sebagai mesin utama penggerak ekonomi nasional.

"Kita semua tahu bahwa sektor industri adalah sektor yang sangat vital bagi republik ini. Sektor industri adalah tumpuan dan harapan agar kita bisa melakukan leverage bagi pertumbuhan ekonomi dan juga menjadi daya ungkit bagi penyerapan tenaga kerja," ujar Sarmuji.

2. Lanjutkan Fondasi Agus Gumiwang dan Buka Terobosan Baru

Sebagai sesama kader Partai Golkar, Sarmuji menegaskan akan melanjutkan apa yang telah dirintis oleh pendahulunya.

"Apa yang sudah dirintis oleh Pak Agus Gumiwang sebagai Menteri tentu harus kita lanjutkan. Kita akan teruskan apa-apa yang sudah dicapai dan apa yang sudah diletakkan akan kita perkuat kembali," katanya.

Di sisi lain, ia juga akan membuka ruang untuk mimpi besar dan terobosan baru untuk meningkatkan daya saing industri nasional.

3. Bongkar Sekat dan Perkuat Kolaborasi

Janji ketiga terkait gaya kepemimpinan. Sarmuji meminta jajaran Kemenperin untuk tidak memberikan penghormatan dan pelayanan berlebihan kepadanya.

"Saya meminta secara pribadi kepada seluruh pejabat Kementerian Perindustrian untuk kita bisa saling mengingatkan. Kalau ada hal yang perlu diingatkan kepada saya, jangan sungkan-sungkan," pintanya.

"Jangan memberikan penghormatan berlebih kepada saya, jangan memberikan pelayanan berlebih kepada saya. Penghormatan dan pelayanan yang berlebih itu akan menciptakan sekat-sekat bagi kita semua," tegasnya.

Sarmuji juga berjanji akan memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha, asosiasi industri, Kementerian Investasi dan Hilirisasi, serta Kementerian Perdagangan agar industri nasional naik kelas.