INDUSTRY.co.id - JAKARTA – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI berpartisipasi dalam fasilitas pembiayaan sindikasi senilai sekitar Rp10,39 triliun kepada PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (PT JJC). Pembiayaan tersebut digunakan untuk refinancing aset Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Elevated atau Jalan Layang MBZ.
Dalam transaksi tersebut, PT SMI mengambil porsi pembiayaan sebesar Rp4 triliun melalui skema konvensional dan syariah. Rinciannya, pembiayaan konvensional mencapai Rp3,2 triliun, sedangkan pembiayaan syariah sebesar Rp800 miliar.
Fasilitas pembiayaan tersebut memiliki tenor hingga 15 tahun. Selain menjadi pemberi fasilitas, PT SMI juga berperan sebagai salah satu Joint Mandated Lead Arranger and Bookrunner (JMLAB) yang bertugas mengatur, mengoordinasikan, serta mendukung proses penghimpunan pembiayaan dari peserta sindikasi.
Penandatanganan Perjanjian Kredit Sindikasi dan Perjanjian Line Facility dilakukan pada 24 September 2026 di Cipayung, Jakarta Timur. PT SMI diwakili Kepala Divisi Pembiayaan 1 Richard M. L. Silaen untuk fasilitas konvensional dan Kepala Divisi Jasa Konsultasi Adi Pranasatrya untuk fasilitas syariah. Sementara itu, PT JJC diwakili Direktur Utama Mirza Nurul Handayani.
Kepala Divisi Jasa Konsultasi PT SMI Adi Pranasatrya mengatakan, partisipasi dalam transaksi tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan pengelolaan infrastruktur melalui struktur pembiayaan jangka panjang yang disesuaikan dengan karakteristik aset.
“Melalui fasilitas ini, PT SMI mendukung keberlanjutan pengelolaan Jalan Tol MBZ yang memiliki peran penting dalam konektivitas koridor Jakarta–Cikampek. Kombinasi pembiayaan konvensional dan syariah juga mencerminkan upaya PT SMI dalam menyediakan alternatif pembiayaan yang semakin beragam bagi sektor infrastruktur,” ujar Adi.
Dari sisi PT JJC, pembiayaan sindikasi tersebut diharapkan memperkuat struktur pendanaan jangka panjang perusahaan. Jalan Layang MBZ dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus pergerakan logistik di koridor Jakarta–Cikampek.
“Jalan Layang MBZ memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan kelancaran pergerakan logistik pada koridor Jakarta–Cikampek. Karena itu, keberlanjutan pengelolaan dan kualitas layanan ruas ini menjadi perhatian utama kami. Struktur pembiayaan jangka panjang ini mendukung kami dalam menjaga keberlangsungan layanan tersebut,” ungkap Mirza.
Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Elevated atau MBZ memiliki panjang sekitar 36,4 kilometer. Ruas tersebut menjadi salah satu alternatif pergerakan lalu lintas di koridor Jakarta–Cikampek, yang merupakan salah satu jalur transportasi utama di Pulau Jawa.
Keberadaan Jalan Layang MBZ juga berkaitan erat dengan aktivitas industri dan logistik di kawasan Bekasi, Cikarang, dan Karawang. Ketiga wilayah tersebut merupakan pusat kegiatan industri dan logistik nasional, sehingga kelancaran konektivitas jalan tol menjadi bagian penting dalam mendukung pergerakan orang dan barang serta terhubung dengan jaringan Jalan Tol Trans Jawa.
Bagi PT SMI, pembiayaan tersebut memperkuat peran perseroan sebagai katalis pembangunan infrastruktur nasional. Dukungan terhadap refinancing Jalan Tol MBZ juga diarahkan untuk menjaga keberlanjutan infrastruktur konektivitas yang menopang aktivitas ekonomi.
Selain mendukung agenda Asta Cita Pemerintah dalam penguatan konektivitas dan infrastruktur, pembiayaan ini juga disebut berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 mengenai industri, inovasi, dan infrastruktur.