INDUSTRY.co.id - JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan Indonesia memiliki modal besar untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi menjadi produsen dan raja di rantai pasok halal dunia.
Hal itu disampaikan Agus di tengah kinerja ekspor industri halal yang terus meroket. Sepanjang 2025 ekspor mencapai USD 70,73 miliar, naik dari USD 65,2 miliar pada 2024. Pada Semester I 2026 saja, ekspor sudah tembus USD 35,72 miliar atau naik 7,22 persen dibanding periode sama tahun lalu.
“Indonesia memiliki dua kekuatan sekaligus, yaitu pasar domestik yang besar dan basis industri yang terus berkembang. Inilah modal yang perlu kita manfaatkan agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen produk halal, tetapi semakin kuat sebagai produsen dan berperan penting dalam rantai pasok halal dunia,” kata Agus di Jakarta, Sabtu (26/9/2026).
Menurut Menperin, industri halal kini tak lagi terbatas pada makanan dan minuman. Sektor kosmetik, farmasi, fesyen, hingga jasa pendukung halal makin terbuka lebar bagi pelaku industri nasional.
Untuk memperkuat ekosistem, Kemenperin menggelar talkshow “From Halal to Global: Strategi Brand untuk Bertahan dan Berkembang” di Industrial Festival x Halal Indo 2026, ICE BSD Tangerang, Jumat (25/9).
Public Affairs and Sustainability Director Danone Indonesia Karyanto Wibowo menilai halal kini jadi fondasi kepercayaan konsumen global.
“Halal semakin memiliki relevansi yang luas dalam membangun kepercayaan konsumen. Pemenuhan standar halal perlu berjalan bersama dengan kualitas produk, transparansi, serta komitmen terhadap keberlanjutan,” ujarnya.
Founder & CEO PT Tumbuh Kreatif Indonesia Candra Winata Alamsyah menambahkan, brand lokal harus mampu menerjemahkan nilai halal menjadi cerita yang relevan lintas pasar.
“Halal bukan hanya tentang label, tetapi juga bagaimana sebuah brand membangun nilai, kualitas, dan cerita yang relevan. Ketika dikemas konsisten, brand lokal punya ruang menjangkau pasar global,” kata Candra.
Kemenperin mencatat sejak Pusat Industri Halal dibentuk 2021, lebih dari 12.000 pelaku usaha telah difasilitasi. Pada 2026, target fasilitasi sertifikasi halal mencapai 2.230 pelaku usaha.
Langkah ini makin krusial menjelang pemberlakuan Wajib Halal pada 18 Oktober 2026.