INDUSTRY.co.id - CIKARANG - Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono, mengapresiasi transformasi Kawasan Industri Jababeka (KIJA) yang kini berkembang tidak hanya sebagai kawasan industri, tetapi juga sebagai ekosistem hijau, hunian, dan pendidikan.
Agung mengaku terkejut melihat perkembangan Jababeka setelah beberapa tahun tidak berkunjung. Sebelum kembali ke Pertamina, ia pernah bertugas di Jababeka Infrastruktur pada 2021–2023.
“Hari ini pertama kalinya saya datang kembali ke Kawasan Industri Jababeka dan saya merasa sangat surprise, saya merasa happily surprise melihat perkembangan yang ada di Kawasan Industri Jababeka,” ujar Agung di seminar "Ketahanan Energi dan Keberlanjutan dengan Transisi Energi: Menuju Net Zero Industrial Estate dengan Energy Security" yang digelar Jababeka Net Zero Industrial Cluster Community (NZICC) bersama Pertamina di Java Palace Hotel, Cikarang (18/9/2026).
Ia menyoroti peningkatan infrastruktur jalan, fasilitas rekreasi seperti lapangan golf yang semakin tertata, hingga penguatan institusi pendidikan melalui Universitas Presiden (PresUniv). Menurutnya, kehadiran fakultas kedokteran di PresUniv menjadi terobosan penting dalam mendukung penyediaan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Ini sebuah terobosan yang luar biasa untuk Jababeka ikut memenuhi SDM yang dibutuhkan oleh Indonesia untuk mencapai Indonesia Emas,” katanya.
Agung menegaskan, kombinasi antara industri, energi bersih, infrastruktur, fasilitas gaya hidup, dan pendidikan menjadi modal kuat Jababeka untuk bertransformasi sebagai kawasan industri kebanggaan Indonesia.
“Saya yakin Jababeka telah bertransformasi dan terus bertransformasi menjadi kawasan industri yang dibanggakan oleh Indonesia dan berperan mencetak generasi untuk Indonesia Emas 2045,” tuturnya.
Lanjutkan Kolaborasi Menuju Net Zero
Dalam kesempatan yang sama, Agung memastikan Pertamina akan terus melanjutkan kolaborasi dengan Jababeka Infrastruktur menuju Net Zero Industrial Estate dan Green Industrial Estate.
Kolaborasi yang telah dirintis sejak 2020 ini sebelumnya telah menghasilkan deklarasi Jababeka sebagai Net Zero Industrial Estate pertama pada momentum G20 2022, dengan target net zero pada 2050.
“Dengan ini kita yakin Kawasan Industri Jababeka akan dapat memberikan pelayanan bagi para tenant, perusahaan-perusahaan yang juga memiliki visi keberlanjutan, visi yang datang dari dunia untuk menjadikan kawasan ini bukan hanya maju dan kompetitif, tapi juga bersih, hijau, dan menyenangkan untuk ditinggali,” ujar Agung.
Pertamina melalui Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dan PGN akan mendukung penyediaan solusi energi bersih, mulai dari PLTS Atap, biomethane, waste to energy, hingga pengembangan hidrogen dari limbah untuk kebutuhan kawasan industri dan transportasi.
“Kita yakin dengan dukungan dari Jababeka Infrastruktur maka komitmen para tenant ini akan dapat terwujud, akan dapat mendorong, mengadvokasikan pemerintah untuk menyiapkan regulasinya sehingga tujuan itu bisa tercapai,” tutup Agung.