INDUSTRY.co.id - Kendal - Kinerja perekonomian Kabupaten Kendal melesat tajam pada Triwulan II 2026. Pertumbuhan ekonomi daerah ini tercatat 8,57 persen secara tahunan, tertinggi di Jawa Tengah sekaligus jauh di atas pertumbuhan provinsi 5,71 persen dan nasional 5,29 persen.
Akselerasi itu tidak lepas dari geliat sektor industri pengolahan dan masuknya investasi besar ke Kawasan Industri Kendal (KIK) yang menjadi episentrum manufaktur baru di Jateng.
"Industri pengolahan menjadi motor utama, sementara pertanian, perdagangan, konstruksi, serta akomodasi dan makan minum memberikan penguatan dari sisi kontribusi maupun sumber pertumbuhan," jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kendal Ade Sandi Parwoto dalam Rapat Forum Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Kabupaten Kendal di Ruang Ngesti Widhi, Rabu (9/9/2026).
Secara keseluruhan, lima sektor tersebut secara bersama-sama memberikan sekitar 7,61 persen poin terhadap pertumbuhan ekonomi Kendal sebesar 8,57 persen.
Akselerasi ekonomi ini juga sejalan dengan menguatnya aktivitas investasi dan industri di Kabupaten Kendal.
Data Pemkab Kendal menunjukkan hingga Semester I 2026, realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp6,56 triliun.
Pada 2025, Kendal bahkan mencatat realisasi investasi Rp15,86 triliun, tertinggi di Jawa Tengah.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kendal Wahyu Yusuf Akhmadi menyebut investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal menjadi salah satu faktor strategis pendorong laju perekonomian daerah.
"Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kendal ini didorong investasi yang strategis di KEK Kendal, perluasan industri manufaktur, pembangunan infrastruktur, serta perdagangan yang memperkuat daya beli dan ekonomi daerah," ujar Wahyu.
Ia menilai dengan pertumbuhan 8,57 persen, perkembangan industri dan investasi semakin memperkuat aktivitas ekonomi Kendal. Kondisi tersebut sekaligus membuka peluang bagi daerah untuk berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal Agus Dwi Lestari menegaskan bahwa momentum pertumbuhan ini harus dapat dijaga dengan baik agar dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat Kendal.
"Pemerintah, dunia usaha, KIK, akademisi, dan masyarakat harus menjaga kondusivitas agar investasi terus masuk dan memberi efek berganda bagi perekonomian serta kesejahteraan rakyat Kendal," kata Agus.
Sekadar informasi, KIK Kendal sendiri adalah kawasan industri terpadu bertaraf internasional yang dikembangkan oleh PT Jababeka Tbk (KIJA) dari Indonesia dan Sembcorp Development Ltd dari Singapura. KIK ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis industri pertama di Pulau Jawa melalui PP No. 85 Tahun 2019.