INDUSTRY.co.id - JAKARTA — PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI menggelontorkan pembiayaan Rp25 miliar untuk mendukung peningkatan kualitas delapan ruas jalan strategis di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat konektivitas sekaligus mendorong aktivitas ekonomi daerah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar.

Kebutuhan pembenahan jalan di Gunungsitoli terbilang mendesak. Hingga 2026, persentase jalan dalam kondisi layak di kota tersebut baru mencapai 54,70%. Kondisi ini berpotensi menahan kelancaran mobilitas masyarakat maupun distribusi barang dan jasa, terutama bagi sektor-sektor ekonomi yang bergantung pada konektivitas antarkawasan.

Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI Faaris Pranawa mengatakan, infrastruktur jalan memiliki peran strategis dalam membuka potensi ekonomi daerah.

“Kondisi infrastruktur dasar menjadi salah satu kunci untuk membuka akses dan potensi ekonomi daerah. Melalui pembiayaan ini, PT SMI mendukung Kota Gunungsitoli meningkatkan kualitas ruas-ruas jalan strategis agar mobilitas masyarakat dan distribusi barang maupun jasa dapat berjalan lebih efektif. Kami berharap pembiayaan ini dapat menjadi bagian dari penguatan fondasi pembangunan Gunungsitoli dan Kepulauan Nias,” ujar Faaris dalam penandatanganan perjanjian pembiayaan di Kantor PT SMI, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Pembiayaan tersebut akan digunakan untuk menangani ruas Samasi–Tuhegeo II, Onozikho–Banua Sibohou, Onowaembo Idanoi–Batas Kabupaten Nias, Hiliweto Idanoi–Loloana’a Idanoi, Hilina’a–Alooa, Jalan Golkar, Onozitoli Sifaoroasi, serta Ombolata Simenari–Lolomboli.

Delapan ruas tersebut bukan sekadar jalur penghubung permukiman. Ruas jalan itu menjadi bagian dari jaringan yang mengaitkan kawasan ekonomi dengan fasilitas pendidikan, kesehatan, pelabuhan, hingga pusat pemerintahan. Dengan demikian, perbaikan jalan diharapkan mampu memangkas waktu tempuh dan biaya operasional kendaraan yang selama ini menjadi beban tambahan bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli menilai dukungan pembiayaan tersebut menjadi bagian penting dari upaya pemerataan pembangunan.

“Bagi kami, pembangunan jalan bukan sekadar memperbaiki infrastruktur, tetapi memastikan masyarakat di berbagai wilayah dapat merasakan manfaat pembangunan secara lebih merata. Penanganan delapan ruas jalan ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat beraktivitas, membuka akses menuju berbagai fasilitas, dan memberikan ruang yang lebih besar bagi tumbuhnya kegiatan ekonomi di tingkat lokal,” ujar Sowa’a.

Dari sisi struktur ekonomi, perbaikan konektivitas menjadi semakin penting karena perekonomian Gunungsitoli bertumpu pada sektor-sektor yang sangat bergantung terhadap kelancaran distribusi. Pada 2025, perdagangan menjadi kontributor terbesar terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) dengan porsi 28,68%, disusul konstruksi 18,89% serta pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 14,44%.

Sektor perdagangan bahkan menyumbang sekitar Rp2,19 triliun. Artinya, peningkatan kualitas jalan berpotensi memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, terutama melalui kelancaran arus komoditas hasil pertanian, perkebunan dan perikanan menuju pasar.

Bagi pemerintah daerah, skema pembiayaan dari PT SMI juga menjadi alternatif ketika kapasitas APBD harus dibagi untuk berbagai kebutuhan pelayanan publik. Pembiayaan daerah dari PT SMI memungkinkan pembangunan infrastruktur dilakukan tanpa sepenuhnya mengandalkan belanja modal dalam APBD.

Hingga Juni 2026, PT SMI mencatat total komitmen pembiayaan daerah mencapai Rp37,41 triliun dengan outstanding pembiayaan Rp13,67 triliun. Angka tersebut menunjukkan semakin besarnya peran pembiayaan alternatif dalam mendukung pemerintah daerah mengejar kebutuhan infrastruktur.

Kerja sama dengan Gunungsitoli sekaligus memperlihatkan bahwa persoalan pembangunan daerah tidak hanya terletak pada kebutuhan proyek, tetapi juga kemampuan menyediakan skema pendanaan yang tidak menggerus ruang fiskal pemerintah daerah. Dengan kondisi jalan layak yang baru mencapai 54,70%, efektivitas pembiayaan akan menjadi kunci untuk memastikan investasi Rp25 miliar tersebut benar-benar berujung pada peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat.

Perbaikan delapan ruas jalan itu juga ditempatkan dalam agenda pembangunan Kota Gunungsitoli melalui Misi 4 Gunungsitoli Hebat, yakni membangun infrastruktur yang mantap, terintegrasi, dan berwawasan lingkungan. Program tersebut turut dikaitkan dengan Asta Cita Prioritas Nasional serta RPJMN 2025–2029, khususnya agenda pengembangan infrastruktur dan pemerataan kesempatan ekonomi.