INDUSTRY.co.idJakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat ekosistem usaha mikro melalui perluasan akses pembiayaan, pendampingan, hingga pembukaan akses pasar. Langkah tersebut diwujudkan lewat penyelenggaraan Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sebagai bagian dari strategi mendorong UMKM naik kelas dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Usaha Mikro sekaligus Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik mengatakan, pengembangan usaha mikro tidak cukup hanya mengandalkan pembiayaan. Menurutnya, akses pasar harus berjalan beriringan agar pelaku usaha mampu berkembang secara berkelanjutan.

"Pemerintah ingin membangun ekosistem usaha yang sehat. Memberikan akses pembiayaan tanpa diikuti akses pasar justru berpotensi menjadi beban bagi pengusaha karena produk yang dihasilkan tidak terserap. Sebaliknya, ketika permintaan pasar meningkat tetapi UMKM kesulitan memperoleh modal, peluang tersebut juga tidak dapat dimanfaatkan secara optimal," ujar Riza dalam keterangannya di Jember.

Ia menjelaskan, pendekatan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto serta Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza yang menekankan pemberdayaan UMKM melalui pembangunan ekosistem secara menyeluruh. Ekosistem tersebut mencakup legalitas usaha, akses pembiayaan, pendampingan, hingga perluasan pasar.

Menurut Riza, Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro menjadi implementasi konkret dari pendekatan tersebut. Sepanjang 2026, festival digelar di 10 provinsi dengan Jawa Timur menjadi salah satu daerah pelaksana dan Kabupaten Jember dipercaya sebagai tuan rumah.

Di sisi pembiayaan, Riza mengungkapkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) nasional hingga Juli 2026 telah mencapai lebih dari Rp160 triliun, atau melampaui separuh target penyaluran tahun ini yang sebesar Rp290 triliun.

Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan penyaluran KUR terbesar di Indonesia. Hingga Juli 2026, nilai KUR yang telah disalurkan mencapai lebih dari Rp27 triliun kepada lebih dari 470 ribu pelaku UMKM.

Sementara di Kabupaten Jember, penyaluran KUR telah menembus lebih dari Rp1 triliun kepada lebih dari 20 ribu UMKM. Sebanyak 69% pembiayaan tersebut mengalir ke sektor produksi, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di kisaran 65%.

"Pembiayaan yang mengalir ke sektor produksi memberikan dampak ekonomi yang lebih besar karena mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah, sekaligus memperkuat sektor unggulan daerah. Di Jember, dominasi pembiayaan ke sektor pertanian juga mendukung target swasembada pangan nasional," kata Riza.

Bupati Jember Muhammad Fawait menyambut baik penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, kegiatan ini akan memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha mikro melalui berbagai layanan yang terintegrasi.

"Festival ini sangat membantu usaha mikro melalui layanan perizinan, akses pembiayaan, hingga pendampingan usaha. Pemerintah Kabupaten Jember akan terus bersinergi dengan Kementerian UMKM agar semakin banyak pelaku usaha yang tumbuh dan naik kelas," ujar Fawait.

Dalam festival tersebut, Kementerian UMKM menghadirkan berbagai layanan terpadu, mulai dari konsultasi legalitas usaha, akses pembiayaan, pengembangan kapasitas bisnis, hingga pendampingan usaha. Selain itu, bazar produk unggulan Jember juga digelar sebagai upaya memperluas akses pasar sekaligus mempromosikan produk lokal kepada masyarakat.

Melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan, Kementerian UMKM berharap ekosistem usaha mikro di Indonesia semakin inklusif, produktif, dan berdaya saing sehingga mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.