INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pemerintah mempercepat langkah konsolidasi aset kawasan industri milik BUMN sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem investasi nasional.
Melalui proses tersebut, PT Danareksa (Persero) diproyeksikan mengelola tambahan lebih dari 13.000 hektare kawasan industri, yang akan mengukuhkan posisinya sebagai pengelola kawasan industri terbesar di Asia Tenggara.
Arah kebijakan tersebut mengemuka dalam pertemuan Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, bersama jajaran Direksi Danareksa pada 21 Juli 2026.
Pertemuan itu membahas percepatan transformasi Danareksa sebagai strategic holding kawasan industri.
Transformasi yang tengah dijalankan meliputi pengembangan tujuh kawasan industri yang telah dikelola, optimalisasi pemanfaatan aset, penataan entitas non-inti, hingga penguatan sumber pendapatan berulang melalui pengembangan utilitas, infrastruktur, dan properti pendukung kawasan.
Melalui konsolidasi tersebut, pemerintah berharap pengelolaan kawasan industri menjadi lebih terintegrasi sehingga mampu meningkatkan nilai tambah aset BUMN, memperkuat daya saing kawasan industri nasional, sekaligus mendorong arus investasi dan percepatan industrialisasi di berbagai wilayah Indonesia.
Dony Oskaria menegaskan bahwa konsolidasi tidak hanya menyangkut penggabungan aset, tetapi juga penataan kepemilikan dan arah pengembangan kawasan industri dalam jangka panjang.
"Kawasan industri kita nanti akan kita konsolidasikan tentunya, termasuk ownership dan juga future, di mana pemerintah berharap ini tidak hanya berhenti, karena memang Batang ini kan ada transaksi yang harus kita selesaikan. Tetapi ke depan juga kita akan melihat potensi untuk di Karawang, kemudian juga Patimban, Batam, ini juga sedang kita eksplorasi, sehingga kawasan industri ini akan menjadi backbone dan daya tarik investasi kita ke depan," ujar Dony Oskaria.
Ia menambahkan, pengembangan kawasan industri di sejumlah lokasi strategis, seperti Karawang, Patimban, dan Batam, menjadi bagian dari upaya membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terhubung dengan infrastruktur logistik nasional.
Dengan skala pengelolaan yang semakin besar dan model bisnis yang lebih terintegrasi, Danareksa diharapkan mampu memainkan peran sebagai motor pengembangan kawasan industri nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi manufaktur dan industri bernilai tambah di kawasan Asia Tenggara.