INDUSTRY.co.id - Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama IDSurvey menyelenggarakan rangkaian agenda Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026 sebagai tindak lanjut hasil Asesmen Green and Smart Port 2025 yang telah dilaksanakan di delapan pelabuhan di Indonesia. Program ini menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi sektor kepelabuhanan nasional guna memperkuat sistem logistik sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Mengusung tema "Hijau Hari Ini, Cerdas Esok Hari, Ketahanan Pangan Selamanya," GSPI ASRI 2026 menjadi wadah kolaborasi untuk mendorong pelabuhan di Indonesia menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan lingkungan, efisiensi operasional, serta digitalisasi layanan. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kelancaran arus pangan antardaerah, menekan biaya logistik, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.
Seiring meningkatnya tuntutan perdagangan global terhadap rantai pasok yang berkelanjutan, transparan, dan terdigitalisasi, daya saing pelabuhan tidak lagi hanya ditentukan oleh kapasitas dan kecepatan layanan. Kemampuan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, efisiensi energi, dan transformasi digital kini menjadi faktor strategis dalam memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok internasional.
Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Tatang Yuliono, menegaskan transformasi pelabuhan merupakan bagian penting dalam memperkuat kelancaran logistik pangan demi terwujudnya ketahanan pangan nasional.
"Pelabuhan merupakan simpul strategis dalam rantai pasok pangan nasional. Melalui Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026, kami ingin mendorong terwujudnya pelabuhan yang tidak hanya efisien dan berdaya saing, tetapi juga berkelanjutan serta adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam meningkatkan efektifitas logistik yang mampu menjamin kelancaran distribusi pangan, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global," ujar Tatang.
Program Green and Smart Port merupakan instrumen asesmen yang dirancang untuk mengukur sekaligus mendorong implementasi praktik terbaik dalam pengelolaan pelabuhan melalui pendekatan Green Port dan Smart Port. Indikator penilaiannya dikategorikan berdasarkan aspek Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), selaras dengan program Presiden Republik Indonesia melalui Gerakan Indonesia ASRI.
Penilaian GSPI mengacu pada Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023 yang disusun berdasarkan regulasi nasional dan praktik terbaik internasional. Asesmen mencakup aspek tata kelola, teknis operasional, pengelolaan lingkungan, efisiensi energi, keselamatan dan kesehatan kerja, kepelabuhanan, serta digitalisasi dengan komposisi penilaian 80 persen Green Port dan 20 persen Smart Port. Pelabuhan peserta mengikuti tahapan asesmen melalui mekanisme self-assessment pada platform My Green Port, dilanjutkan dengan verifikasi dokumen, survei lapangan oleh tim asesor independen, hingga penilaian akhir oleh dewan pertimbangan.
Sebagai tindak lanjut asesmen tahun 2025, GSPI ASRI 2026 akan diselenggarakan pada 15 Juli 2026 di Dermaga C Pelabuhan PT Petrokimia Gresik, Jawa Timur. Pada kesempatan tersebut akan dilakukan penyerahan hasil penilaian kepada delapan pelabuhan peserta asesmen, yakni PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Krakatau Bandar Samudera, PT Vale Indonesia, PT Pelindo Petikemas–TPK Banjarmasin, PT Indonesia Kendaraan Terminal, PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Intan, dan Terminal Petikemas Bitung.
Melalui GSPI ASRI 2026, hasil asesmen tersebut akan ditindaklanjuti melalui pendampingan, penguatan implementasi praktik terbaik, serta akselerasi transformasi pelabuhan agar semakin hijau, cerdas, dan berdaya saing dalam mendukung sistem logistik nasional serta ketahanan pangan Indonesia.
Program Green and Smart Port juga dinilai memberikan manfaat terhadap peningkatan kinerja dan citra pelabuhan melalui penerapan prinsip keberlanjutan dan digitalisasi. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyatakan siap mendorong lebih banyak pelabuhan untuk berpartisipasi dalam implementasi program tersebut agar semakin banyak pelabuhan di Indonesia yang menerapkan konsep pelabuhan pintar dan ramah lingkungan.
Sementara itu, Direktur Utama IDSurvey, David, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi sektor kepelabuhanan nasional.
"Sebagai Strategic Holding BUMN Jasa Survei, IDSurvey bersama dengan entitasnya PT SUCOFINDO (Persero), PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), dan PT Surveyor Indonesia (Persero) berkomitmen menghadirkan layanan assurance yang tidak hanya menjamin kepatuhan terhadap standar, tetapi juga mendorong peningkatan kinerja dan daya saing pelabuhan nasional. Green and Smart Port Initiatives menjadi instrumen penting untuk mempercepat transformasi menuju pelabuhan yang lebih hijau, lebih cerdas, dan mampu memenuhi tuntutan perdagangan global di masa depan," ujar David.
Melalui penyelenggaraan GSPI ASRI 2026, Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama IDSurvey menargetkan semakin banyak pelabuhan yang mengikuti asesmen Green and Smart Port sehingga mampu meningkatkan efisiensi logistik, memperkuat distribusi pangan, dan mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.