INDUSTRY.co.idJakarta - PT Modernland Realty Tbk (MDLN) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Jumat (26/6/2026) di Club House Jakarta Garden City, Jakarta. Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui seluruh agenda yang dibahas, termasuk perubahan susunan direksi serta perpanjangan masa jabatan Direksi dan Dewan Komisaris hingga RUPST tahun 2031.

Perubahan manajemen dilakukan melalui persetujuan pengunduran diri Sami Veikko Tapio Miettinen dari jabatannya sebagai Direktur Perseroan. Di saat yang sama, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan Nabit Musavi sebagai Direktur Perseroan.

Direktur Utama PT Modernland Realty Tbk, William Honoris mengatakan, perusahaan berhasil menjaga kinerja usaha di tengah tantangan industri properti dan ketidakpastian ekonomi global sepanjang 2025.

"Perseroan mencatat sejumlah pencapaian strategis, termasuk peningkatan marketing sales, pertumbuhan laba bersih, serta penguatan struktur keuangan yang menjadi fondasi bagi keberlanjutan usaha," ujar William.

Dari sisi kinerja keuangan, Direktur PT Modernland Realty Tbk Fetrizal Bobby Heryunda mengungkapkan, perusahaan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,01 triliun sepanjang 2025.

Sementara laba bersih tahun berjalan mencapai Rp241,12 miliar, meningkat 134,9% dibandingkan periode sebelumnya yang masih mencatatkan kerugian.

Menurut Fetrizal, capaian tersebut didukung peningkatan kinerja operasional, pertumbuhan penjualan, dan strategi efisiensi perusahaan.

"Pencapaian tersebut didukung peningkatan kinerja operasional, pertumbuhan penjualan, serta upaya Perseroan dalam menjaga efisiensi dan memperkuat struktur keuangan secara berkelanjutan," katanya.

Dari sisi pemasaran, Direktur Perseroan Pascall Wilson menyebut, Modernland Realty membukukan marketing sales sebesar Rp1,65 triliun pada 2025 atau meningkat 49,7% dibanding tahun sebelumnya.

Kontributor terbesar berasal dari segmen industrial sebesar 45%, segmen residensial (43,94%), sisanya berasal dari hospitality dan lainnya.

Peningkatan signifikan pada segmen industri didorong masuknya sejumlah tenant, terutama perusahaan asal Tiongkok, yang memperkuat permintaan lahan di kawasan Modern Industrial Estate Cikande.

Sementara pada sektor residensial, proyek Florence Village Jakarta Garden City disebut menjadi salah satu pendorong utama penjualan perusahaan sepanjang tahun lalu.

Memasuki tahun 2026, perusahaan menilai prospek sektor properti masih cukup terbuka seiring stabilitas ekonomi nasional dan dukungan kebijakan pemerintah.

Hingga 31 Maret 2026, Perseroan membukukan marketing sales sebesar Rp209,7 miliar, dengan segmen residensial menjadi kontributor terbesar.

Meski kondisi geopolitik global dan sentimen investasi masih memengaruhi pasar, perusahaan menyatakan tetap menjaga aktivitas operasional serta menjalankan strategi pemasaran secara selektif.

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyepakati tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025.

Selain itu, pemegang saham memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan remunerasi Direksi dan Komisaris tanpa kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Perseroan juga kembali menunjuk Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan sebagai auditor independen tahun buku 2026.

Berikut susunan Direksi dan Dewan Komisaris Modernland Realty hingga RUPST tahun 2031:

Dewan Komisaris

  • Dharma Mitra – Komisaris Utama
  • Herman – Komisaris
  • Yustinus Saleh – Komisaris
  • Robert Tumedia – Komisaris Independen
  • Iwan Suryawijaya – Komisaris Independen

Direksi

  • William Honoris – Direktur Utama
  • Fetrizal Bobby Heryunda – Direktur
  • Pascall Wilson – Direktur
  • Nabit Musavi – Direktur

Perseroan optimistis penguatan struktur organisasi dan strategi bisnis yang dijalankan dapat memperkuat fundamental usaha serta menjaga pertumbuhan jangka panjang.