INDUSTRY.co.id - Jakarta- Dalam rangka peningkatan kegiatan perekonomian, diperlukan kendaraan yang dapat memobilisasi hasil-hasil pertanian. Di samping itu juga dapat di desain kendaraan yang produktif dan dapat mendukung peningkatan hasil panen.
Hal ini disampaikan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto saat membuka acara 'Workshop Penyusunan Kebijakan Kendaraan Pedesaan' di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (31/8/2017).
"Salah satu program yang sedang dijakankan adalah program pengembangan kendaraan pedesaan," ungkap Airlangga.
Ia menambahkan, Kementerian Perindustrian telah menyelesaikan konsep produk dan proses pengembangan kendaraan angkutan pedesaan meliputi platform kendaraan yang telah dilakukan pengujian-pengujian.
"Konsep kendaraan pedesaan tersebut berupa prototype yang di desain sedemikian rupa dengan tujuan memaksimalkan kemampuan industri dalam negeri melalui penggunaan TKDN terutama oleh IKM," terangnya.
Lebih lanjut, Airlangga mengatakan, nantinya kendaraan pedesaan memiliki konsep semi pick-up yang bisa digunakan untuk pertanian dan perkebunan. "Dari pengembangan industri ini, sudah ada 5 perusahaan yang sudah memproduksi kendaraan ini. Untuk modelnya sedang kita sempurnakan, sehingga nanti kendaraan ini tidak hanya untuk off road,tetapi juga bisa untuk masuk jalan-jakan diluar jalan tol," tambah Airlangga.
Dalam hal ini, lanjut Airlangga, Kemenperin hanya memberikan konsep dan kelima perusahaan itu tadi yang akan memperoduksi. "Salah satu yang sudah diproduksi di Jawa Barat dengan merek vin komodo, di Yogyakarta ada merek Kweek, kemudian ada Wintor terus ada dua tipe lagi yang kita sebut generasi 2A dan 2B yang dikembangkan oleh Kemenperin," sebutnya.
Terkait TKDN, Menperin menjelaskan, TKDN akan kita berikan secara progres bertahap. "Tentunya dengan menggunakan komponen dalam negeri, dia bisa lebih kompetitif," imbuh Menperin.
Saat ditanya mengenai harga, Airlangga berharap bahwa Harga kendaraan pedesaan d8 bawah KBH2 atau dibawah harha LCGC. "Sedangkan untuk spesifikasi akan sejalan dengan program LCGC, bahkan bisa dibawah itu. Untuk standar emisi juga kita pastikan di bawah LCGC, karena cc nya juga di bawah 1000," pungkasnya.