INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian BUMN meminta PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mengkaji kembali rute-rute penerbangannya baik domestik maupun internasional.
"Kami minta kaji lagi rutenya supaya lebih fokus," kata Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Tri Hargo di Jakarta, Rabu (30/8/2017).
Ia beralasan pengkajian ulang rute ini bertujuan untuk mengetahui rute mana saja yang menguntungkan dan rugi. Oleh sebab itu, tidak semua rute penerbangan dilayani oleh Garuda.
"Misalnya, buka rute ke Bandara Silangit. Tetapi masih rugi, karena pakai pesawat jenis Bombardier. Sementara Sriwijaya hanya pakai Boeing 737-500, dua kali sehari, bisa menguntungkan. Artinya, ini masalah strategi," tegasnya.
Selain itu, pesawat baling-baling yang diadakan oleh Garuda dapat dikerjasamakan dengan Pelita Air.
Pada paruh pertama tahun inj, Garuda Indonesia membukukan rugi bersih sebesar US$283,8 juta atau sekitar Rp3,77 triliun. Jumlah ini naik 349% dibandingkan periode sama tahun lalu yang senilai US$63,2 juta.
"Karena tahun lalu, Garuda ikut amnesti pajak, agar jangka panjang perusahaan bisa sehat," ujarnya. (Imq)