INDUSTRY.co.idJakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri guna mendukung pertumbuhan sektor manufaktur nasional yang semakin kompetitif di tingkat global.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memperluas kolaborasi internasional dalam pendidikan vokasi berbasis teknologi dan transformasi digital.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, sektor manufaktur Indonesia masih menunjukkan kinerja yang resilien di tengah tekanan geopolitik dan geoekonomi global. Hal ini tercermin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) April 2026 yang tetap berada pada level ekspansi sebesar 51,75.

Selain itu, sektor manufaktur pada triwulan I 2026 tumbuh 5,04 persen dan menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dengan kontribusi mencapai 1,03 persen. Sementara itu, Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Industri Manufaktur (IKBM) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) juga berada di level positif yakni 51,37.

“Pemerintah terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan industri manufaktur nasional. Salah satu kuncinya adalah menyiapkan SDM industri yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu bersaing di tingkat global,” kata Menperin Agus Gumiwang di Jakarta (13/5).

Untuk mempercepat transformasi industri 4.0, Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menggandeng Irootech Technology Co., Ltd. dalam penyelenggaraan Pelatihan Industri 4.0 pada 11-12 Mei 2026.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan literasi teknologi industri 4.0 bagi siswa, mahasiswa, dan tenaga pengajar pendidikan vokasi di Indonesia.

Kepala BPSDMI Kemenperin, Dody Rahadi menyebut, kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pengembangan SDM industri nasional agar selaras dengan kebutuhan industri masa depan.

“Industri 4.0 bukan lagi sekedar pilihan, tetapi telah menjadi kebutuhan. Karena itu, penguatan kompetensi SDM harus terus dilakukan agar Indonesia mampu mencetak talenta industri yang unggul dan kompetitif,” ujar Dody.

Program pelatihan diikuti lebih dari 250 peserta yang terdiri dari tenaga pengajar, siswa, dan mahasiswa dari unit pendidikan Kemenperin maupun perguruan tinggi lainnya. Kegiatan berlangsung secara daring dan luring, termasuk praktik langsung di Tiongkok yang diikuti peserta dari UNSIKA dan POLMAN Bandung.

Direktur Pusat Pengembangan Pendidikan Industri Mekanik Tiongkok, Zheng Kimei mengatakan, program ini menjadi implementasi nyata penguatan kerja sama ekonomi digital antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya di bidang pendidikan vokasi dan pengembangan tenaga kerja terampil.

“Program pelatihan ini menjadi langkah penting untuk memperdalam pertukaran pendidikan vokasi antara Tiongkok dan Indonesia setelah pembentukan aliansi kerja sama kedua negara,” ucap Zheng.

Sementara itu, General Manager Divisi Pendidikan Rootcloud Technology Co., Ltd. Cheng Lifeng menjelaskan bahwa materi pelatihan difokuskan pada sistem kompetisi WorldSkills, platform industri 4.0, dan penerapan otomatisasi industri modern.

Peserta pelatihan luring juga mendapatkan pengalaman praktik langsung pada jalur produksi otomatis dan implementasi platform industri 4.0.

Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) Kemenperin, Wulan Aprilianti Permatasari optimis kolaborasi ini akan terus berkembang melalui berbagai program pelatihan lanjutan yang lebih komprehensif.

“Kami berharap program ini dapat mendukung persiapan talenta industri Indonesia menghadapi ASEAN WorldSkills 2027 di Jakarta dan WorldSkills 2028,” tutur Wulan.

Di sisi lain, Kemenperin juga membuka pendaftaran calon siswa dan mahasiswa baru pada unit pendidikan vokasi industri melalui Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) Bersama 2026.

Program tersebut mencakup 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Pendaftaran dapat dilakukan melalui laman resmi jarvis.kemenperin.go.id.