INDUSTRY.co.idJakarta – Pasar perkantoran Jakarta mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada awal 2026. Laporan terbaru Colliers Quarterly Market Report Q1 2026 mencatat meningkatnya aktivitas relokasi penyewa, stabilnya tarif sewa, hingga terbatasnya pasokan baru menjadi pendorong utama kebangkitan sektor ini.

Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto mengatakan, tren pasar kini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya didominasi perpanjangan kontrak, kini banyak perusahaan mulai melakukan relokasi dan ekspansi ruang kantor.

“Perusahaan semakin terdorong meningkatkan kualitas ruang kerja dan berpindah ke gedung yang lebih modern serta efisien,” kata Ferry dalam keterangan resminya di Jakarta (11/5).

Hingga kuartal I 2026, tingkat hunian perkantoran Jakarta tercatat mencapai 75,5 persen. Angka ini dinilai mencerminkan pemulihan bertahap dibanding periode yang sama tahun lalu.

Gedung Premium dan Grade A di kawasan CBD menjadi motor utama pertumbuhan pasar. Tingkat hunian gedung premium bahkan mendekati 82 persen, sementara gedung Grade A mencapai sekitar 76 persen.

Tingginya permintaan membuat ruang kosong di gedung premium semakin terbatas. Saat ini, gedung premium hanya menyumbang sekitar 8 persen dari total ruang kosong di kawasan CBD Jakarta.

Di sisi lain, tarif sewa kantor juga mulai bergerak naik. Rata-rata asking rent di CBD Jakarta mencapai Rp218.000 per meter persegi per bulan pada kuartal pertama 2026.

Colliers memproyeksikan taruf sewa kantor akan tumbuh sekitar 3-4 persen per tahun hingga 2029, seiring meningkatnya kepercayaan pemilik gedung terhadap kondisi pasar.

Selain kawasan CBD, pasar kantor di luar CBD juga mulai membaik meski tingkat hunian masih berada di kisaran 70 persen. Jakarta Selatan disebut menjadi lokasi favorit baru bagi calon penyewa karena didukung pasokan baru yang terbatas dan pertumbuhan sektor bisnis yang terus meningkat.

Colliers memperkirakan pasar perkantoran Jakarta akan semakin aktif sepanjang 2026 dengan relokasi perusahaan sebagai penggerak utama pemulihan.