INDUSTRY.co.id - Medan- Direktur Pusat Penelitian Kelapa Sawit Hasril Hasan Siregar mengatakan penjualan benih sawit pada Agustus 2017 melemah akibat harga jual minyak sawit mentah melemah.
"Meski melemah, PPKS nasih optimistis bisa menjual kecambah kelapa sawit sebanyak 13,5 juta butir pada semester II 2017," ujarnya di Medan, Rabu (23/8/2017)
PPKS, kata dia, berharap penjualan di semester II tetap akan bagus seperti di semester I 2017 yang naik sedikit dibandingkan periode sama atau sebanyak 8,9 juta butir.
Penjualan di semester I naik sedikit dari periode sama 2016 yang mencapai 8,6 juta butir.
Hasril Hasan Siregar menjelaskan, setelah di semester I penjualan membaik, pada Juli permintaan masih membaik dan bahkan meningkat karena PPKS bisa menjual 1,5 juta butir.
Namun di Agustus, penjualan melemah sehingga ada prediksi penjualan benih di bulan itu tidak mencapai target sebanyak 1,9 juta butir.
Menurut dia, masih tidak stabilnya permintaan benih mengikuti ketidakstabilan harga jual minyak sawit.
"Namun meski tidak stabil, harga sawit tahun 2017 masih lebih bagus dari 2016 sehingga masih menggairahkan petani,"katanya.
Harga CPO misalnya masih di kisaran 600-750 dolar AS per ton.
"Melihat kondisi harga yang lebih baik, maka PPKS masih tetap optimistis bisa merealisasikan target penjualan benih di semester II itu,"katanya.
Keoptimisan, ujar Hasril, didorong juga pada fakta di lapangan dengan masih banyaknya perusahaan atau petani yang melakukan peremajaan atau replanting tanaman sawitnya.
Peningkatan replanting dipicu membaiknya harga jual tandan buah segar (TBS).
"Melihat realisasi penjualan semester I yang bagus atau sudah 45 persen dari total target penjualan tahun 2017 dan keyakinan bahwa di semester II tetap baik, maka total penjualan 2017 diprediksi juga bisa di atas target yang sebanyak 20 jutaan butir."ujar Hasril. (Ant)