INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) mengakui kinerja perusahaan sepanjang tahun 2025 belum mampu memenuhi target pertumbuhan dua digit yang sebelumnya dicanangkan manajemen.
Di tengah kondisi pasar yang kurang kondusif, perseroan memperkirakan penjualan tahun 2025 mengalami stagnasi dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus berdampak pada kinerja bisnis secara keseluruhan.
Hingga saat ini, laporan keuangan VICI untuk tahun buku 2025 masih dalam proses audit oleh Kantor Akuntan Publik. Namun, manajemen telah memberikan sinyal bahwa tekanan ekonomi makro dan persaingan industri menjadi faktor utama yang menahan laju pertumbuhan perusahaan.
Sepanjang 2025, industri consumer goods menghadapi dinamika yang tidak mudah. Ketatnya persaingan pasar, perubahan perilaku konsumen, serta meningkatnya beban operasional menjadi tantangan serius yang turut memengaruhi kinerja Victoria Care Indonesia.
Manajemen menilai situasi ini membutuhkan langkah strategis yang lebih berhati-hati agar perusahaan tetap mampu menjaga kesehatan bisnis dalam jangka panjang.
Sebagai respons atas kondisi tersebut, VICI memutuskan untuk menunda rencana pembangunan dan perluasan pabrik baru. Keputusan ini diambil setelah melalui evaluasi menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai faktor internal maupun eksternal.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan usaha, sekaligus memperkuat fondasi bisnis di tengah ketidakpastian pasar.
“Dalam kondisi perekonomian dan pasar yang masih penuh dengan tantangan dan kurang kondusif, Perseroan memutuskan untuk menunda rencana ekspansi pabrik sebagai langkah mitigasi risiko. Fokus Perseroan saat ini adalah menjaga stabilitas usaha, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat struktur bisnis untuk menghadapi dinamika pasar,” ujar Sumardi Widjaja, Direktur Utama PT Victoria Care Indonesia Tbk.
Memasuki tahun 2026, manajemen VICI memperkirakan tantangan pasar masih akan berlanjut. Oleh karena itu, perusahaan manufaktur kosmetik dan perawatan tubuh yang merupakan pemegang merek dari produk dengan konsep bahan natural dengan merek Herborist ini memilih menjalankan bisnis dengan pendekatan yang lebih konservatif, namun tetap adaptif terhadap peluang yang muncul.
Perseroan akan terus memantau perkembangan kondisi ekonomi dan industri, serta melakukan peninjauan berkala terhadap rencana ekspansi, seiring dengan membaiknya prospek pasar di masa mendatang.
Dengan strategi menjaga stabilitas, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat struktur bisnis, Victoria Care Indonesia optimistis dapat mempertahankan daya saing sekaligus mempersiapkan fondasi yang lebih solid untuk pertumbuhan jangka panjang.