INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bergerak cepat merespons insiden ledakan dan kebakaran yang terjadi di fasilitas produksi PT Raw Botanical Nusantara di Kawasan Industri Candi, Kota Semarang, Jawa Tengah. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (1/7/2026) itu menyebabkan satu pekerja meninggal dunia dan sejumlah korban mengalami luka-luka.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja (K3) harus menjadi prioritas utama dalam operasional industri.
"Kami menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia, serta mendoakan para pekerja yang mengalami luka-luka agar segera pulih. Kejadian ini menjadi alarm keras bagi sektor industri untuk terus memperketat implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya pada penggunaan mesin-mesin industri dengan risiko atau tekanan tinggi," kata Agus dalam keterangannya di Jakarta.
Sebagai tindak lanjut, Menperin menginstruksikan Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Industri Agro untuk segera menerjunkan Tim Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) ke lokasi kejadian.
Langkah tersebut dilakukan guna melakukan verifikasi lapangan, mengumpulkan informasi secara menyeluruh, serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan pihak perusahaan selama proses investigasi berlangsung.
Berdasarkan laporan kronologi awal, indikasi gangguan pada mesin produksi bertekanan tinggi mulai terdeteksi sekitar pukul 09.30 WIB. Beberapa menit kemudian, tepatnya sekitar pukul 09.45 hingga 09.56 WIB, terjadi ledakan pada tabung sterilisasi di area produksi bagian belakang.
Ledakan tersebut memicu kebakaran hebat dan menyebabkan sebagian bangunan mengalami kerusakan. Api akhirnya berhasil dipadamkan petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 12.00 WIB.
Akibat insiden tersebut, seorang pekerja bernama Muhammad Bryan Febryantoro, warga Mranggen, Demak, dilaporkan meninggal dunia. Selain itu, tujuh pekerja lainnya mengalami luka bakar ringan hingga sedang.
Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH Semarang.
Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika menjelaskan, dugaan sementara penyebab ledakan mengarah pada kegagalan fungsi tabung sterilisasi akibat lonjakan suhu dan tekanan yang melebihi kapasitas desain alat.
"Saat ini pihak perusahaan bersama Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polrestabes Semarang sedang melakukan olah TKP dan pendalaman untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan, termasuk memeriksa apakah ada unsur kelalaian," ujar Putu.
Ia menambahkan, seluruh aktivitas produksi di fasilitas tersebut saat ini telah dihentikan sementara untuk mendukung proses investigasi.
Kemenperin juga menegaskan akan terus memantau perkembangan penyelidikan dan menghimbau seluruh pelaku industri manufaktur di Indonesia untuk melakukan pemeriksaan serta kalibrasi berkala tarhadap mesin produksi guna mencegah terulangnya kejadian serupa.