INDUSTRY.co.id, Sungai Rhein - Daun-daun berguguran. Pucuk pun ikut gugur. Pohon-pohon berdiri tegap dengan dahan dan ranting meranggas. Musim dingin, bulan Desember.

Advertisement

Itulah pohon-pohon yang berada di pinggir sungai Rhein, Jerman. Musim dingin.

Mereka patuh pada hukum alam. Musim dingin, mati suri atau pura-pura mati. Musim semi mekar lagi dan musim panas berbuah dan musim gugur tumbuhan berguguran. Siklus abadi.

Advertisement

Menjelang sore, saya menikmati indah dan romantisnya suasana sungai Rhein.

Manusia lalu-lalang di pinggir sungai. Begitu juga kapal-kapal, ukuran dan kecil, berseliweran. Pokoknya ramai sekali.

Advertisement

Di depan kami, berlabuh sebuah kapal panjang dan ini kapal khusus restoran.

Kisah Klasik Sungai Rhein

Advertisement

Sebelum injak kaki di sungai Rhein, sudah banyak kisah romansa yang berlatar belakang sungai ini.

Sejak zaman Romawi kuno, zaman perang Dunia Kedua dan zaman modern, sungai Rhein menjadi salah satu pusat perhatian dunia.

Mont Blanc, Pegunungan Alpen

Air sungai Rhein berawal dari titik puncak pegunungan Alpen, Mont Blanc.

Es mencair dan mengalir dan membentuk aliran sungai yang melewati beberapa negara.

Sungai ini mulai mengalir ke negara Swiss, Liechtenstein, Perancis, Jerman hingga Belanda dan bermuara di Laut Utara.

Di Perancis sungai ini disebut Rhin, Jerman disebut Rhein dan Belanda disebut Rijn.

Ini jalur sungai paling ramai dan sangat penting di Eropa

Pemandangan alam begitu mempesona. Di pinggir sungai bertebaran tanaman anggur, bangunan kastil. Wah begitu memukau, melebihi imajinasi kita. Ia seperti taman di negeri dongeng.

Setiap aliran sungai ini singgah di sebuah negara, maka dibangunlah tempat armada kapal dan perahu. Pusat kegiatan ekonomi.

Air ini tidak pernah berhenti dan terus bergerak ke samudra luas.

Sesuai siklus alam, air sungai Rhein bergerak ke penjuru samudra. Saya yakin, entah kapan, air sungai ini sudah menyentuh pinggiran Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, kota saya.

Tergoda Buat Novel

Sungai Rhein yang begitu indah membuat para novelis tergoda menulis tentang sungai ini.

Sudah banyak novelis kaliber dunia menuangkan imajinasi mereka dalam novelnya.

Ada beberapa novel sungai ini mencakup genre sejarah alternatif seperti Fox on the Rhine, fantasi/legenda seperti kisah Lorelei dalam Sagen van den Rijn, atau novel yang lebih modern tentang lingkungan seperti The Rhine oleh Ben Coates, hingga kisah sejarah klasik Eropa seperti trilogi Das Erbe am Rhein (Warisan di Sungai Rhine) karya Schickele, yang mengeksplorasi budaya Jerman dan Prancis di wilayah tersebut.

Ritual Sakral Cinta Abadi

Tidak sampai di sini. Sungai Rhein seakan membuat cinta jadi sakral dan mistik.

Tradisi "kunci cinta" di Sungai Rhein berpusat di Jembatan Hohenzollern (Hohenzollernbrücke) di Koln, Jerman.

Di jembatan ini, ribuan gembok dipasang oleh pasangan dari seluruh dunia sebagai simbol cinta abadi.

Pasangan menuliskan nama atau pesan di gembok, menguncinya pada pagar jembatan, dan kemudian membuang kuncinya ke Sungai Rhein di bawahnya.

Ini sakral, melambangkan cinta mereka yang tidak dapat dipisahkan.

Ritual ini janji keabadian dan komitmen dalam hubungan cinta.

Saya dan istri pun melakukan ritual ini. Sungguh mistik!

Udara dingin, angin menusuk kulit, suasana hati kian syahdu.

Akhirnya sebagai penutup, sungai Rhein sudah menyimpan jutaan kenangan cinta manusia.

Meski demikian, ia terus mengalir dari zaman purba entah sampai kapan.

Setelah minum bir dan menikmati hawa dingin, kami pamit ke sungai Rhein dan meneruskan perjalanan ke Brusel, Belgia. (Save Dagun)