INDUSTRY co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat langkah menuju transformasi industri 4.0 melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT). Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk menciptakan ekosistem industri digital yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, penerapan teknologi berbasis AI dan otomasi tidak hanya mendorong pertumbuhan sektor manufaktur, tetapi juga menjadi kunci peningkatan efisiensi, produktivitas, serta daya saing industri nasional di kancah global.
“Pengembangan SDM industri menjadi faktor kunci keberhasilan transformasi digital. Kami optimis tenaga kerja Indonesia memiliki potensi untuk menguasai kompetensi digital dan teknologi masa depan,” ujar Menperin Agus di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Berdasarkan Global AI Index 2024 yang dirilis Tortoise Media, Indonesia berada di peringkat ke- 9 dari 83 negara. Posisi ini menunjukkan masih perlunya penguatan di tiga aspek utama, yakni infrastruktur digital, pengembangan ekosistem AI, dan strategi pemerintah.
Menperin menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dan sinergi dengan sektor swasta untuk memastikan pengembangan AI berjalan sistematis dan berkelanjutan.
“Transformasi digital bukan sekadar adopsi teknologi, tetapi juga membangun sistem dan ekosistem yang memungkinkan AI berkembang untuk mendukung pertumbuhan industri nasional,” tegas Agus.
Sebagai langkah konkret, Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI)menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Electrification AIoT Transformation 4.0 2025” di Gedung Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI 4.0), Jakarta.
Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara BPSDMI, nbsp;Indonesia Robotics Association (IRA), dan perusahaan teknologi global asal Singapura Arrow Electronics, Inc. Forum ini mempertemukan hampir 100 peserta dari sektor robotika, semikonduktor, dan kendaraan listrik (EV).
Kepala BPSDMI, Doddy Rahadi mengatakan bahwa FGD ini menjadi wadah strategis dalam memperkuat kesiapan teknologi, rantai pasok, serta kompetensi sumber daya manusia di era industri 4.0.
“Perkembangan robotika menjadi fokus utama agenda Making Indonesia 4.0. Ekosistem yang kuat harus dibangun dari kesiapan teknologi, supply chain, hingga kapasitas SDM,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, para peserta membahas bagaimana AIoT, sistem otomasi, sensor, hingga rantai pasok semikonduktor dapat menjadi lompatan besar dalam efisiensi dan produktivitas industri nasional.
Kepala Pusdiklat SDM Industri, Sidik Herman menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperkuat ekosistem robotika, semikonduktor, dan EV (electric vehicle) di Indonesia.
“Kami optimis FGD ini menjadi titik awal kolaborasi erat antara pemerintah, industri, dan mitra global dalam mendorong transformasi teknologi nasional,” kata Sidik.
Sementara itu, Managing Director Arrow Electronics Tak Chow menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung transformasi industri di Indonesia melalui penyediaan solusi dan teknologi inovatif berbasis AIoT.
“Kami hadir untuk mendukung perusahaan-perusahaan Indonesia meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekaligus memperkuat kemampuan adopsi teknologi cerdas,” ujarnya.
Kegiatan FGD ini menegaskan bahwa Kemenperin  tidak hanya berfokus pada adopsi teknologi, tetapi juga pada pemberdayaan SDM industri agar menjadi pencipta dan pengembang teknologi.
Dengan dukungan ekosistem seperti PIDI 4.0, Indonesia diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai pusat inovasi industri cerdas di Asia Tenggara.