INDUSTRY.co.id - Siapa sangka, salah satu desa terbersih di dunia ternyata ada di Bali. Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali, memang dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia dan memiliki penataan sesuai dengan kondisi aslinya.

Fakta itu pun membuat Wakil Ketua Komisi X DPR Sutan Adil Hendra berdecak kagum.  

"Desa Penglipuran adalah desa yang sangat bersih dan kami Komisi X DPR RI mengapresiasinya," kata Sutan dalam rilis kepada wartawan, Rabu (21/12/2016).

Sutan Adil Hendra yang juga Ketua Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi X DPR ke Provinsi Bali, salah satu agendanya meninjau Desa Wisata Penglipuran, Minggu (18/12/2016).

Dalam peninjauan yang didampingi Bupati Bangli serta perwakilan Kementerian Pariwisata, Sutan mengusulkan agar ada pertemuan atau ajang desa-desa yang menjadi desa wisata di Desa Penglipuran.

"Saya mengusulkan agar ada pertemuan atau event desa-desa wisata di Desa Penglipuran supaya teman-teman dari desa-desa wisata itu memahami betul bagaimana pentingnya kebersihan," ucap politikus Partai Gerindra itu.

Sebelumnya, anggota Komisi X DPR Ridwan Hisjam menginginkan asosiasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali dapat mencari terobosan guna mempromosikan sektor pariwisata di daerahnya.

Menurut Ridwan, PHRI telah mengemukakan bahwa salah satu hal yang perlu diperhatikan pemerintah adalah terlalu lamanya waktu pengembalian investasi pariwisata di daerah tersebut.

Hal itu, ujar dia, karena Kementerian Pariwisata dinilai juga bertanggung jawab terhadap promosi seluruh daerah wisata di Indonesia, terutama 10 destinasi baru yang menjadi andalan pemerintah.

Politikus Partai Golkar itu juga memaklumi bahwa berdasarkan masukan dari PHRI, permasalahannya adalah infrastruktur, terutama akses masuk ke Bali yang sangat terbatas yang biasanya melalui Bandara Ngurah Rai.

Untuk itu, Ridwan mengemukakan bahwa dalam rangka mengembangkan Bali sebagai salah satu destinasi andalan negara, pengembangan bandara tersebut juga harus dipercepat sehingga tingkat hunian hotel di Pulau Dewata juga bisa mengalami peningkatan.

Sebagaimana diwartakan, jumlah kedatangan penumpang domestik di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, diprediksi melonjak 7 persen selama liburan panjang Natal dan Tahun Baru jika dibandingkan dengan 2015/2016 yang mencapai 307.189 orang.

"Kami prediksi terjadi lonjakan penumpang sekitar 7 persen mulai 18 Desember hingga 8 Januari 2017," kata Co-General Manajer PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Putu Puja Suprayadnya ketika ditemui di Kuta, Kabupaten Badung, Senin (19/12).(iaf)