INDUSTRY.co.id, Taman Nasional Komodo-Seekor komodo jantan ditemukan dalam kondisi yang tidak biasa di kawasan Loh Buaya, Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo (TNK), Sabtu (24/10/2026). Sebuah benda asing menyerupai tulang atau tanduk dengan panjang diperkirakan lebih dari 15 sentimeter terlihat menancap dan mencuat dari bagian samping tubuh satwa purba tersebut.

Temuan itu disaksikan Aloysius Suhartim Karya, Tour Guide Komodo Trekker sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Manggarai Barat, ketika mendampingi keluarga wisatawan asal Australia melakukan perjalanan trekking di kawasan tersebut.

Aloysius menuturkan, komodo jantan itu ditemukan sedang berbaring di bawah pohon kesambi (Schleichera oleosa), tidak jauh dari jalur trekking yang dilalui rombongan. Saat itu, rombongan telah menempuh perjalanan lebih dari dua jam menyusuri kawasan dengan vegetasi tropis dan pepohonan berkanopi.

Pada awalnya, keberadaan komodo tersebut tampak seperti satwa yang sedang beristirahat. Tubuhnya terbaring di atas hamparan daun kering, dengan ekor melengkung membentuk setengah lingkaran. Meski terlihat pasif, matanya terus bergerak mengikuti aktivitas orang-orang di sekitarnya.

Menurut Aloysius, perhatian rombongan pertama kali tertuju pada bagian wajah komodo. Di sekitar mulut, tepatnya di antara hidung dan bagian bawah mata kiri, terlihat bercak darah serta sisa daging yang menempel pada permukaan kulit.

Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas makan satwa itu sebelumnya. Namun, perhatian rombongan kemudian beralih setelah salah seorang wisatawan melihat benda yang mencuat dari bagian samping tubuh komodo.

Benda berwarna putih kecokelatan itu tampak menembus kulit di sekitar bagian tulang rusuk. Panjangnya diperkirakan lebih dari 15 sentimeter, dengan bentuk keras dan runcing menyerupai tulang atau tanduk.

"Awalnya kami melihat komodo itu sedang beristirahat di bawah pohon. Namun, setelah diamati lebih dekat, ada sesuatu yang tidak biasa pada bagian tubuhnya. Terlihat benda seperti tulang yang menancap dan mencuat dari sisi tubuhnya," kata Aloysius.
Wisatawan asal Australia bernama Mr. Geordie sempat mempertanyakan benda tersebut. Ia menduga benda itu menyerupai tulang atau material keras lainnya.

Dalam peristiwa itu, seorang petugas pemandu kawasan bernama Ongky sempat mencoba memeriksa benda tersebut menggunakan tongkat yang dibawanya. Namun, benda itu tampak tertanam kuat dan tidak mudah digerakkan.

Tindakan tersebut sempat membuat salah seorang wisatawan, Mrs. Osie, merasa khawatir. Ia meminta agar pemeriksaan dihentikan karena menduga komodo tersebut sedang mengalami kesakitan.
Rombongan akhirnya menghentikan upaya pemeriksaan dan memilih menjaga jarak. Mereka menyadari bahwa komodo merupakan satwa liar yang harus ditangani secara hati-hati agar tidak mengalami cedera lebih parah.

Benda Asing Belum Teridentifikasi

Keberadaan benda yang menancap di tubuh komodo tersebut menyisakan sejumlah pertanyaan. Apakah benda itu merupakan tulang, tanduk rusa, atau material lain yang tertancap ketika satwa beraktivitas di habitat alaminya?
Hingga saat ini, asal-usul benda tersebut belum dapat dipastikan hanya melalui pengamatan langsung.
Komodo dikenal sebagai predator dengan sistem pencernaan yang mampu memproses sebagian besar bagian tubuh mangsanya. Satwa ini bahkan dapat menelan mangsa dalam potongan besar atau secara utuh apabila ukurannya memungkinkan.

Meski demikian, kemampuan tersebut tidak serta-merta menjelaskan keberadaan benda yang mencuat dari tubuh komodo di Loh Buaya.

Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas berwenang bersama tenaga ahli atau dokter hewan yang memiliki kompetensi dalam penanganan satwa liar untuk mengetahui jenis benda, penyebab luka, serta kondisi kesehatan komodo tersebut.

Minta Balai TN Komodo Segera Bertindak

Sebagai pemandu wisata yang sehari-hari beraktivitas di kawasan Taman Nasional Komodo, Aloysius berharap temuan tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah, khususnya Balai Taman Nasional Komodo.

Menurut dia, kondisi komodo yang ditemukan terluka perlu segera ditindaklanjuti melalui pemeriksaan lapangan. Jangan sampai satwa yang mengalami kondisi tidak normal luput dari pengawasan dan penanganan petugas konservasi.

"Kami berharap pihak Balai Taman Nasional Komodo segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi komodo tersebut. Perlu ada pemeriksaan oleh tenaga ahli agar diketahui benda apa yang menancap di tubuhnya dan bagaimana kondisi kesehatannya," ujar Aloysius.

Ia menegaskan, perlindungan komodo tidak boleh hanya berorientasi pada keberadaan satwa tersebut sebagai daya tarik pariwisata. Lebih dari itu, keselamatan dan kelestarian komodo harus menjadi perhatian utama seluruh pihak yang memiliki tanggung jawab terhadap kawasan konservasi.

Menurut Aloysius, keberadaan komodo merupakan kekayaan alam yang tidak ternilai bagi Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Indonesia. Karena itu, setiap temuan satwa yang terluka perlu mendapatkan respons yang cepat dan tepat.

Taman Nasional Komodo sendiri merupakan kawasan konservasi penting yang menjadi habitat alami komodo sekaligus salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia. Pengelolaan kawasan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pariwisata, tetapi juga mencakup perlindungan habitat dan keberlangsungan hidup satwa liar.

Hingga berita ini disusun, penyebab benda asing yang menancap di tubuh komodo tersebut belum diketahui. Belum tersedia pula hasil pemeriksaan medis maupun keterangan resmi dari pihak pengelola kawasan mengenai kondisi satwa itu.

Bagi Aloysius, perjumpaan tersebut menjadi pengingat bahwa komodo, meskipun dikenal sebagai predator puncak di habitatnya, tetap merupakan satwa liar yang dapat mengalami luka dan membutuhkan perlindungan.
Ia berharap pemerintah tidak mengabaikan temuan tersebut dan segera mengambil langkah sesuai prosedur konservasi.

Komodo bukan sekadar ikon pariwisata Manggarai Barat. Satwa endemik ini merupakan warisan keanekaragaman hayati Indonesia yang harus dijaga. Karena itu, temuan komodo terluka di Loh Buaya, Pulau Rinca, semestinya menjadi perhatian serius pemerintah dan seluruh pihak yang memiliki tanggung jawab terhadap kelestarian Taman Nasional Komodo.