INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Platform perjalanan digital Agoda mulai mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) ke dalam layanan pemesanan perjalanan. Untuk pertama kalinya dalam lebih dari 20 tahun beroperasi, Agoda menghadirkan Asisten AI yang memungkinkan pengguna mencari inspirasi, menyusun rencana perjalanan, hingga melakukan pemesanan dalam satu aplikasi.
Fitur yang sebelumnya diuji coba secara terbatas pada September 2026 ini kini tersedia bagi pengguna di 21 negara, termasuk Indonesia. Kehadiran Asisten AI menjadi bagian dari strategi Agoda untuk menyederhanakan pengalaman wisatawan sekaligus mendorong pemesanan berbagai produk perjalanan melalui platformnya.
Selama ini, perencanaan perjalanan kerap mengharuskan wisatawan mengakses berbagai platform, mulai dari aplikasi percakapan AI, mesin pencari, situs ulasan, peta digital, hingga layanan pemesanan hotel dan penerbangan. Proses tersebut dinilai menyita waktu karena pengguna harus membandingkan informasi dan memeriksa ulang harga maupun ketersediaan.
Melalui Asisten AI, Agoda berupaya mengintegrasikan seluruh tahapan tersebut dalam satu ekosistem. Pengguna dapat mencari rekomendasi destinasi, membandingkan akomodasi dan penerbangan, memeriksa harga serta ketersediaan, hingga melanjutkan pemesanan tanpa harus mengulang pencarian dari awal.
Chief Executive Officer Agoda Omri Morgenshtern mengatakan, fragmentasi layanan digital selama ini menjadi tantangan dalam proses perencanaan perjalanan.
“Saat ini, proses perencanaan perjalanan masih tersebar di berbagai platform. Orang harus berpindah-pindah antara aplikasi, tab, pesan, hingga spreadsheet hanya untuk mengatur satu perjalanan. Melalui Asisten AI Agoda, kami ingin mengubah pengalaman tersebut,” ujar Omri.
Menurut dia, Asisten AI dirancang untuk memahami preferensi dan kebutuhan wisatawan sehingga dapat memberikan rekomendasi yang lebih relevan. Dengan demikian, pengguna diharapkan dapat mengambil keputusan perjalanan secara lebih mudah dan percaya diri.
Asisten AI Agoda terhubung dengan inventaris perjalanan yang mencakup lebih dari 6 juta pilihan akomodasi, lebih dari 130.000 rute penerbangan, serta lebih dari 300.000 aktivitas wisata. Integrasi tersebut memungkinkan pengguna merencanakan perjalanan secara terpadu, mulai dari pemilihan hotel hingga tiket atraksi dan tur.
Wisatawan juga dapat memanfaatkan fitur ini untuk menyusun perjalanan berdasarkan kebutuhan spesifik. Misalnya, merencanakan liburan keluarga selama lima hari ke Osaka dengan membandingkan kawasan wisata, mencari restoran dan atraksi, serta memilih hotel dan penerbangan sesuai tanggal perjalanan.
Asisten AI juga dapat mengingat preferensi pengguna dan menyesuaikan rekomendasi berdasarkan kebutuhan maupun rencana yang tengah disusun. Seluruh pilihan tersebut ditampilkan dalam satu perencana perjalanan yang memungkinkan pengguna menyimpan destinasi, mengatur pemesanan mendatang, serta memantau rencana yang belum selesai.
Agoda menyebut hasil awal uji coba beta menunjukkan pengguna Asisten AI cenderung lebih sering memesan perjalanan terpadu yang mencakup beberapa produk sekaligus, seperti hotel, penerbangan, tiket atraksi, dan tur. Temuan ini menjadi indikasi bahwa integrasi AI berpotensi meningkatkan transaksi lintas produk dalam platform perjalanan digital.
Untuk memperkuat akurasi informasi, Agoda juga mengintegrasikan fitur pencarian web yang memungkinkan wisatawan memperoleh informasi terkini dari internet sekaligus memeriksa ketersediaan produk di platformnya.
Dari sisi teknologi, Asisten AI Agoda menggunakan model OpenAI untuk mendukung interaksi percakapan. Sementara itu, pencarian restoran dan tempat wisata memanfaatkan Gemini yang terintegrasi dengan Google Maps Grounding, sehingga pengguna dapat memperoleh informasi lokasi, rating, foto, serta jam operasional.
Integrasi AI ini menandai langkah Agoda dalam mengembangkan layanan perjalanan digital yang tidak hanya berfungsi sebagai platform transaksi, tetapi juga sebagai asisten perencanaan perjalanan. Di tengah persaingan industri travel online yang semakin mengandalkan teknologi dan personalisasi, kemampuan menyederhanakan proses pencarian hingga pemesanan menjadi salah satu faktor untuk mempertahankan daya saing dan meningkatkan keterlibatan pengguna.