INDUSTRY.co.id - JAKARTA - PT Banten West Java (BWJ) selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung meraih penghargaan _Best Tourism Special Economic Zone Development 2026_ dalam ajang Industry Award 2026.

Penghargaan digelar media INDUSTRYcoid di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Ajang tahun kedua ini mengusung tema _"Driving Sustainable Growth Through Excellence in Governance and Digital Transformation"_.

CEO INDUSTRYcoid sekaligus Ketua Dewan Juri, Nandi Nanti, mengatakan penilaian menggunakan tiga lapis pendekatan, yakni desk research, media monitoring, dan expert judgement. Dari 200 perusahaan yang ditelaah, seleksi mengerucut menjadi 60 nominasi hingga menetapkan tiga kategori utama, yakni Special Recognition, Tokoh Industri 2026, dan 25 perusahaan industri terbaik berdasarkan performa bisnis, ESG, GCG, dan transformasi teknologi.

Acara menghadirkan Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari, S.T., M.T.M., sebagai keynote speaker mewakili Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza.

Penghargaan diterima langsung oleh Direktur PT Banten West Java, Kunto Wijaya. 

KEK Tanjung Lesung merupakan KEK Pariwisata pertama di Indonesia seluas 1.500 hektare yang ditetapkan melalui PP No. 26 Tahun 2012 dan beroperasi sejak Februari 2015. Kawasan ini dikembangkan oleh PT Banten West Java, anak perusahaan PT Jababeka Tbk, untuk menarik investasi dan menciptakan pusat ekonomi baru di Banten Selatan, dengan lokasi strategis 170 km dari Jakarta dan garis pantai 13 km menghadap Samudra Hindia.

Dewan Juri menetapkan PT Banten West Java sebagai pemenang berdasarkan empat pilar.

_Pertama_, kinerja pariwisata terbesar. Sebagai KEK Pariwisata pertama di Indonesia, Tanjung Lesung menjadi model pengembangan kawasan terintegrasi yang berhasil menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan menjadi pusat ekonomi baru dengan keunggulan destinasi wisata bahari kelas dunia.

_Kedua_, inovasi tourism dan aksesibilitas. Sebagai pelopor Integrated Tourism Development dengan konsep resort yang menggabungkan nuansa Bali dan Venesia, lengkap dengan kanal yang menghubungkan hotel, kondominium, dan pantai berpasir putih. Didukung akses multimoda, yakni tol Jakarta-Merak, airstrip untuk penerbangan charter Halim - Tanjung Lesung, dan marina untuk kapal pesiar dan moda darat Bus Damri dari bandara Soekarno Hatta ke Tanjung Lesung.

_Ketiga_, efisiensi dan profitabilitas. Pengembangan fasilitas unggulan meliputi 44 unit Kalicaa Villa Estate dengan private pool, 61 unit villa Tanjung Lesung Beach Hotel, Ladda Bay Village, Rhino Dive Center, dan marina.


_Keempat_, keberlanjutan paling solid. Didukung infrastruktur pengaman pantai sepanjang 10,3 km pasca tsunami 2018 sebagai komitmen keselamatan. Kedekatan dengan Taman Nasional Ujung Kulon yang merupakan UNESCO World Natural Park dan Gunung Krakatau memperkuat positioning Tanjung Lesung sebagai destinasi eco-tourism yang berkelanjutan dan aman.

"PT Banten West Java melalui KEK Tanjung Lesung adalah pionir pengembangan KEK Pariwisata di Indonesia. Dengan visi jangka panjang, konsep Integrated Tourism Development yang inovatif, investasi infrastruktur yang masif, dan komitmen terhadap keberlanjutan serta keselamatan, Tanjung Lesung telah menetapkan standar baru sebagai destinasi pariwisata unggulan yang tidak hanya menarik investasi, tetapi juga menciptakan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan bagi Banten dan Indonesia," urai Dewan Juri Industry Award 2026.

Dengan penghargaan ini, PT Banten West Java mengukuhkan posisinya sebagai pengembang KEK Pariwisata terdepan yang berhasil mentransformasi pesisir Banten Selatan menjadi destinasi wisata kelas dunia yang terintegrasi dan menjadi motor penggerak ekonomi baru di wilayah barat Jawa.