INDUSTRY.co.id - Jembrana – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) terus mendorong peningkatan kapasitas dan kualitas produksi industri kecil dan menengah (IKM) pangan di berbagai daerah, guna memperkuat daya saing dan memenuhi standar keamanan pangan nasional.

Advertisement

Langkah tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan PT Arwana Citramulia Tbk dalam program fasilitasi keramik untuk pembangunan dapur bersih bagi sentra IKM pangan di Kabupaten Jembrana, Bali. Penandatanganan Nota Kesepahaman dilaksanakan pada Jumat (17/10).

“Untuk dapat bersaing di pasar yang semakin kompetitif, industri pangan harus memperhatikan aspek keamanan pangan dan mutu produk, menggunakan teknologi proses yang lebih efisien dan inovatif, serta mengembangkan diversifikasi produk sesuai permintaan pasar,” kata Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita.

Advertisement

Melalui program tersebut, Jembrana mendapatkan 1.765 meter persegi keramik yang akan digunakan untuk IKM tempe dan tahu, garam konsumsi, serta aneka produk pangan lainnya.

Menurut Reni, penggunaan material higienis seperti keramik merupakan elemen penting dalam penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) karena mendukung lingkungan produksi yang bersih dan mudah dibersihkan.

Advertisement

“Masih banyak IKM pangan yang belum memenuhi standar CPPOB karena kondisi bangunan produksi yang belum memadai, sanitasi kurang terjaga, hingga peralatan yang belum sesuai standar. Bantuan ini diharapkan bisa membantu mereka memenuhi ketentuan tersebut,” ujar Reni.

Selain memberikan bantuan material, Ditjen IKMA juga terus menjalankan berbagai program pembinaan seperti workshop keamanan pangan, sertifikasi HACCP, restrukturisasi mesin, pendampingan digital marketing, serta fasilitasi partisipasi IKM dalam pameran dan business matching, baik di dalam maupun luar negeri.

Advertisement

Reni menegaskan, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam memperkuat daya saing industri pangan nasional.

“Dengan dukungan berbagai pihak, kami optimistis IKM pangan dapat tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” katanya.

Kerja sama antara Ditjen IKMA dan PT Arwana Citramulia bukan kali pertama dilakukan. Sejak 2013, perusahaan tersebut telah menyalurkan lebih dari 40 ribu meter persegi keramik untuk pembangunan dapur bersih IKM di berbagai daerah, seperti Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Rejang Lebong, Singkawang, dan Balikpapan.

Direktur Operasional PT Arwana Citramulia Tbk, Edy Suyanto, mengatakan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan berlandaskan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).

“Kami siap mendukung program Ditjen IKMA untuk peningkatan daya saing IKM melalui fasilitasi dapur bersih di sentra-sentra pangan karena program ini sangat tepat sasaran,” ujar Edy.

Sementara itu, Bupati Jembrana mengapresiasi langkah Kemenperin dan PT Arwana yang telah memberi perhatian besar terhadap pengembangan IKM di wilayahnya. 

Pemkab Jembrana, kata dia, juga mewajibkan setiap pasar modern di daerahnya untuk memasarkan produk-produk IKM lokal sebagai bentuk dukungan nyata terhadap ekonomi daerah.