INDUSTRY.co.id - Jakarta – Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) memprediksi potensi pasar ekspor ke Amerika Serikat (AS) usai dilanda kebakaran di wilayah Los Angeles (LA) pada Januari 2025 lalu mencapai USD 300 – 400 juta.
“Kebakaran yang terjadi di LA merupakan peluang sekaligus opportunity buat kita, karena rumah rusak, semua kan butuh mebel USD 300 juta atau USD 400 juta,” kata Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur di Jakarta (10/3/).
Menurutnya, permintaan akan datang ketika korban terdampak akan kembali memulai pembangunan hunian dan mengisi rumah baru dengan furnitur teranyar. Terlebih, Amerikat Serikat (AS) merupakan pasar terbesar bagi industri mebel ataupun furnitur Indonesia.
“Mereka juga mungkin safety ya rumah kebakaran itu pasti ada asuransi. Jadi pasti dibangun lagi. Itu opportunity sebetulnya bagi kita,” terangnya.
Abdul Sobur menyebut bahwa sejauh ini sudah ada permintaan dari negara tersebut untuk mengisi hunian korban kabakaran Los Angeles. Meskipun dalam hal ini, dirinya belum menerangkan secara rinci.
Meski demikian, Sobur optimis produk mebel dan furnitur Indonesia bisa menyaingi hasil karya negara-negara produsen mebel dan furnitur Eropa, seperti Italia.