INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Reycom Document Solusi (RDS) telah resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) untuk mengembangkan Aplikasi Mobile Order/Sales, Loan Origination System (LOS), dan SLIK Automation.
Penandatanganan perjanjian ini berlangsung pada 9 Januari 2025 di kantor pusat CFIN, Wisma Slipi, Jakarta Barat, dengan dihadiri oleh jajaran manajemen dari kedua perusahaan. Kerja sama ini bertujuan untuk mempercepat dan mengoptimalkan proses pengajuan kredit di CFIN melalui implementasi sistem LOS dan SLIK Automation.
“Kami bangga dipercaya sebagai mitra dalam proyek ini. Dengan pengalaman kami dalam pengembangan LOS di berbagai perusahaan multifinance dan perbankan, kami optimis dapat memberikan solusi yang fleksibel dan andal bagi CFIN,” kata Direktur Utama RDS, Randy Soegiharta Chandra.
Industri pembiayaan di Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang signifikan. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aset industri perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun (PPDP) mencapai Rp2.644,90 triliun pada triwulan II-2024, meningkat sebesar Rp10,48 triliun (0,40% quarter-to-quarter). Pertumbuhan ini menekankan pentingnya digitalisasi dalam proses bisnis untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.
Implementasi teknologi seperti LOS dan SLIK Automation menjadi krusial dalam menghadapi tantangan tersebut. LOS adalah sistem yang dirancang khusus untuk mendukung pemrosesan aplikasi kredit, mulai dari input data calon debitur, verifikasi, analisis kredit, hingga pencairan dana.
Sementara itu, SLIK Automation membantu lembaga keuangan dalam mengotomatisasi proses pengecekan informasi debitur, sehingga mempercepat waktu respons dan mengurangi potensi kesalahan manual.
Penerapan LOS dan SLIK Automation di CFIN diharapkan dapat membawa berbagai manfaat, antara lain:
1.Efisiensi Proses: Otomatisasi alur kerja pengajuan kredit memungkinkan proses yang lebih cepat dan terstruktur, mengurangi waktu yang dibutuhkan dari pengajuan hingga pencairan dana.
2.Akurasi Data: Dengan sistem terintegrasi, risiko kesalahan input data dapat diminimalisir, memastikan informasi yang akurat untuk pengambilan keputusan kredit.
3.Peningkatan Kepuasan Pelanggan: Proses yang lebih cepat dan transparan meningkatkan pengalaman nasabah, yang pada gilirannya dapat meningkatkan loyalitas pelanggan.
4.Kepatuhan Regulasi: SLIK Automation memastikan bahwa proses verifikasi kredit sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh OJK, membantu perusahaan dalam memenuhi persyaratan regulasi dengan lebih efisien.
Meskipun digitalisasi menawarkan berbagai keuntungan, implementasinya tidak lepas dari tantangan. Salah satunya adalah kebutuhan akan investasi teknologi dan pelatihan sumber daya manusia untuk mengoperasikan sistem baru. Namun, dengan strategi yang tepat, investasi ini dapat menghasilkan pengembalian yang signifikan dalam bentuk efisiensi operasional dan peningkatan daya saing.
Selain itu, adopsi teknologi digital juga membuka peluang bagi perusahaan pembiayaan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan platform digital, layanan keuangan dapat diakses oleh masyarakat di berbagai daerah, termasuk yang sebelumnya sulit dijangkau oleh layanan konvensional.
Kerja sama antara RDS dan CFIN mencerminkan komitmen kedua perusahaan dalam mendukung transformasi digital di sektor pembiayaan. Dengan memanfaatkan teknologi terkini, diharapkan proses bisnis dapat berjalan lebih efisien, akurat, dan sesuai dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Langkah ini sejalan dengan upaya OJK dalam mendorong digitalisasi di sektor jasa keuangan. Melalui berbagai regulasi dan inisiatif, OJK berkomitmen untuk menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif, efisien, dan berdaya saing tinggi.
Dengan implementasi LOS dan SLIK Automation, CFIN siap menghadapi tantangan di era digital dan memberikan layanan terbaik bagi nasabahnya. Sementara itu, RDS terus berinovasi dalam menyediakan solusi teknologi yang relevan dan adaptif terhadap kebutuhan industri.
Kerja sama strategis ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam mengadopsi teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional. Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk tetap kompetitif di industri yang terus berkembang.