INDUSTRY.co.id - Semarang-Implementasi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari tidak sekadar mempererat kesatuan dan persatuan bangsa ini, tetapi juga mencegah orang melakukan korupsi, kata politikus Eva Kusuma Sundari.
Eva K. Sundari yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI dalam wawancara dengan Antara di Semarang, Minggu (6/8/2017) menegaskan bahwa Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menjiwai sila-sila yang lain. Demikian pula, sebaliknya.
"Apalagi, kesadaran spiritual Pancasila tidak bertentangan dengan agama-agama yang ada di Tanah Air," kata alumnus University of Nottingham Inggris itu.
Karena korupsi adalah perbuatan tidak jujur, mengambil hak orang lain, bahkan merugikan kepentingan umum, kata Eva, tidak akan terpikir bagi orang beragama yang berkesadaran spiritual melakukan hal itu.
Hubungan khalik dan makhluk, katanya, seperti dalam konsep waskat (pengawasan melekat) sehingga mereka tidak akan melakukan korupsi karena sudah jadi akhlak, bukan karena takut pada aparat penegak hukum dunia.
Dalam penjelasan Bung Karno soal sila ke-5, lanjut Eva, seharusnya kemiskinan tidak boleh ada di Indonesia, termasuk tidak boleh ada gap ekonomi (kesejahteraan) antarwilayah, golongan, maupun sektor.
Maka, katanya, warga negara yang berakhlak akan bertindak adil juga dan tidak akan tergerak untuk korupsi karena hal itu bisa jadi pemicu kemiskinan di NKRI.
"Jadi, pengajaran Pancasila akan mengantar siswa untuk mencintai rakyat karena Pancasila membentuk warga yang berintegritas, etos kerja tinggi, dan bergotong royong, bukan egois, seperti watak koruptor," kata Eva.
Ia lantas memandang perlu "mainstreaming" (pengarusutamaan) Pancasila dan 3 pilar berbangsa secara kontinu hingga masyarakat paham dan bertindak sesuai dengan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.
Dengan mengejawantahkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, kata Eva, tidak hanya makin tegak dan kukuh bangsa ini, tetapi rakyat sadar sepenuhnya bahwa perbuatan korupsi itu tidak akan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Oleh karena itu, dia memandang penting semua pihak perlu mengimplementasikan empat pilar berbangsa agar anak bangsa selalu mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa yang berbineka tunggal ika.