INDUSTRY.co.id - Jakarta- Indonesia didorong untuk mengacu pada pedoman draf kebijakan industrialisasi yang telah dikembangkan ere orde baru sejak pelita 1 hingga pelita 3. Pada tiga pelita tersebut dapat menjadi pijakan percepatan ekonomi Indonesia saat ini dan kedepannya. Arus modal asing sangat diharapkan untuk percepatan ekonomi, termasuk investor lokal.
Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Muliaman D Hadad mengatakan, pijakan ekonomi pada tiga pelita yang pemerintahan lalu memang komitmen melakukan percepatan ekonomi. Itulah yang harus menjadi kaca pemerintah sekarang.
"Perhatian penting terhadap industri hulu, tapi ada tantangan. Kenapa masih ada tantangan? Ini tugas agar tidak terjebak ke middle trap. Berkaca sejak pelita 1-3 ,komitmen sektor industri, dokumen pemerintah jelas. Ketika ekonomi naik, maka ada impor barang modal," kata dia di Jakarta, Kamis (3/8/2017).
Ia katakan Penanaman Modal Asing (PMA) diakui sangat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun PMA akan masuk jika regulasi mendukung keluwesan dalam investasi. Investor akan berfikir ulang.
"Pemerintah kerja keras melalui deregulasi, mempersingkat menjadi penting untuk iklim investasi terkait isu tadi.Ini terkait daya saing kontek terkini," katanya.
Meskipun demikian, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) kata dia juga turut membantu pertumbuhan ekonomi secara industri. Dari sini, PMA dan PMDN harus mendapatkan insentif pemerintah. Insentif menjadi bagian daya saing pemain industri itu sendiri.
"Dikatakan pemerintah fokus insentif mendorong swasta aktif bangun industri nasional. Ini bisa jadi pedoman dan arahan. Di tahap sektor industri. Industri substitusi impor, pemerintah pada waktu itu mencari terobosan untuk menghemat devisa dan penyerapan tenaga kerja," katanya.