INDUSTRY.co.id - Jakarta– The 19th ITS Asia Pacific Forum ditutup oleh Presiden ITS Indonesia, William P Sabandar pada Kamis, 30 Mei 2024 di Jakarta Convention Center.
Menandakan tiga hari yang penuh dengan inovasi, kolaborasi, dan diskusi mendalam mengenai masa depan transportasi cerdas di kawasan Asia Pasifik, Forum ini berhasil menarik lebih dari 1000 delegasi dari 25 Negara, dan diisi oleh lebih dari 150 pembicara. Demikian keterfangan dihimpun oleh Dessy, tim Redaksi.
“ITS Asia Pacific Forum baru saja selesai, tapi ini merupakan awal dari terobosan baru yang nantinya tidak hanya diinisiasi oleh sektor bisnis dan pemerintah, namun juga perwakilan masyarakat global.” Ujar William dalam closing statementnya.
Pada acara closing ceremony, Akio Yamamoto selaku Sekretaris Jenderal ITS Asia Pacific mengungkapkan “Penyelenggaraan di Jakarta tahun ini menjadi salah satu yang terbaik yang pernah ada. Mulai dari acara, exhibitor, pengunjung hingga narasumber yang dihadirkan. Semoga penyelenggaraan tahun depan forum ini bisa sesukses forum di Jakarta.”
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya bagi pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan serta ITS Indonesia atas forum yang berhasil melebihi target yang ditetapkan. Hasil ITS Asia Pacific Forum 2024
Salah satu keberhasilan Indonesia di ITS Asia Pacific Forum adalah terciptanya Jakarta Declaration dimana para pemimpin Asia Pasifik serta berbagai organisasi dunia bersatu untuk mewujudkan transportasi cerdas dan berkelanjutan. Deklarasi ini menekankan pentingnya konektivitas regional dan infrastruktur inklusif, dengan fokus pada pengembangan fasilitas dan infrastruktur transportasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan unik masing-masing negara. Integrasi berbagai moda transportasi juga menjadi sorotan utama, dengan tujuan menciptakan solusi transportasi multimoda yang menghubungkan penumpang dan barang secara mulus.
Lebih lanjut, deklarasi ini menyambut baik solusi dan inisiatif baru di tingkat global, regional, dan nasional untuk mempercepat kemajuan dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB 2030. Kemitraan dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dari sektor publik dan swasta juga diakui sebagai kunci untuk meningkatkan dan mempercepat implementasi sistem transportasi cerdas.
“Kita punya 6 tahun hingga 2030 untuk mewujudkan salah satu tujuan SDG, tapi dengan semangat dan komitmen dari para pemimpin dunia di dalam 3 hari ini, saya optimis tujuan inibisa tercapai tepat waktu dengan adanya kerjasama antar negara” pungkas William.
Deklarasi Jakarta juga menekankan pentingnya kerangka regulasi yang kuat, kemitraanpublik-swasta, dan program peningkatan kapasitas untuk mendukung pengembangan system transportasi cerdas. Berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik antar negara di kawasan juga menjadi kunci untuk mencapai visi bersama tentang masa depan mobilitas perkotaan yang berkelanjutan dan cerdas.
Selanjutnya juga terjadi kerjasama antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), ITS Indonesia, serta 5P Global Movement dimana tercapai Jakarta Initiative on Sustainable and Intelligent Urban Mobility yang akan mendukung Jakarta Declaration yang sebelumnya sudah terlebih dahulu tercapai. terdapat lima inisiatif utama dalam kesepakatan ini, yaitu menciptakan ekosistem ev (electronic vehicle) di IKN dan kota lain, mendorong integrasi transportasi publik dan sistem tiket terpadu, manajemen kemacetan yang cerdas, pembayaran elektronik serta digital untuk layanan transportasi, dan terakhir adalah mendukung kampanye 5P Transport: E-Mobi Road to COP29, di Baku, Azerbaijan.