INDUSTRY.co.id - Jakarta - Dalam rangka memperingati Hari Kartini beberapa waktu lalu, sekaligus merayakan perempuan Indonesia yang semakin mandiri dan berdaya dalam berkarya, Prudential Indonesia mengadakan kegiatan bagi para nasabah bertema “Sehat Pangkal Bisa”.
Acara yang berkolaborasi dengan Mandaya Royal Hospital ini bertujuan untuk mendorong rasa percaya diri para peserta kegiatan yang seluruhnya merupakan perempuan, sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai deteksi penyakit kritis sejak dini.
Di acara ini Alvieni Angelica, M.Psi, seorang Psikologi Klinis, membahas tentang psikologi perempuan yang memiliki berbagai peran sebagai ibu, istri, anak, pekerja maupun bagian dari komunitas, serta memberikan tips untuk menjaga kesehatan tubuh dan mental.
dr. Enos H Siburian, Sp. B (K) Onk, Spesialis Bedah Konsultan Onkologi dari Mandaya Royal Hospital juga hadir untuk memberikan informasi tentang deteksi dini dan penanganan kanker payudara.
Para peserta acara juga mengikuti beauty class dan sharing session mengenai personal color analysis demo bagi para peserta, bekerja sama dengan Wardah.
Personal colour analysis ini menjadi topik yang menarik agar bisa menyesuaikan pemilihan warna busana maupun riasan yang sesuai dengan tone warna kulit dan rambut masing-masing, agar penampilan bisa makin sempurna.
"Melihat pentingnya peranan perempuan pada hari ini, termasuk dalam hal memastikan keluarga agar tetap sehat dan kuat secara finansial, Prudential Indonesia akan selalu mengedepankan berbagai inisiatif untuk empowering setiap perempuan Indonesia agar semakin #YakinMelangkah dalam setiap tahap kehidupannya,” kata Karin Zulkarnaen, Chief Customer & Marketing Prudential Indonesia.
Tidak hanya para nasabah dan masyarakat, karyawan perempuan di Prudential juga mendapat kesempatan yang sama dalam berkarir, sejalan dengan komitmen Prudential dalam mengedepankan keberagaman dan inklusivitas.
Selama kuartal pertama tahun 2024, lebih dari setengah karyawan di Prudential Indonesia adalah perempuan (54%) dengan 60% posisi management eksekutif dipimpin oleh seorang Perempuan. Angka ini jauh di atas rata-rata perbandingan jumlah pekerja di Indonesia.
“Kami percaya, perempuan yang sehat dan berdaya secara finansial adalah pilar yang kuat untuk mendukung keluarga yang sehat dan sejahtera. Ketika perempuan yang sehat, kita bisa melakukan apapun impian kita,” tutup Karin.