INDUSTRY.co.id - Jakarta Di sini saya sengaja memberi judul “Sang Humanis”. Tapi begitu melihat ilustrasi fotonya, pasti pembaca langsung bisa menebak siapa gerangan yang dimaksud dari judul “Sang Humanis” tersebut.

Advertisement

               Judul “Sang Humanis” ini keluar spontan saat menyaksikan sebuah video yang sempat viral berdurasi 2, 52 menit, “Anak Kembar yang Diejek Karena Jadi Pemulung Diberi Rumah oleh Prabowo”.

               Usai menyaksikan video tersebut, secara spontan saya kembali teringat dalam sebuah obrolan meja makan dengan Prabowo Subianto, saya sempat melontarkan sebuah pertanyaan mantan Danjen Kopassus dan Pangkostrad yang menjabat Ketum Partai Gerindra.   Demikian keterangan dari   Alex Palit, jurnalis, penulis buku “2024 Kenapa Harus Prabowo Subianto Notonegoro”

Advertisement

Mimpi Prabowo Subianto

Sebetulnya ini adalah pertanyaan  remeh temeh, tapi saya anggap substansial, atau paling tidak pertanyaan ini juga menjadi pertanyaan banyak orang, atau malah pertanyaan yang mewakili keseluruhan rakyat Indonesia.

Advertisement

Karena paling tidak pertanyaan ini juga menyangkut harapan rakyat pada pemimpinnya, tak terkecuali pasti ini juga menjadi harapan rakyat pada pemimpinnya, pada presidennya, siapa pun itu presidennya.

“Tentunya Bapak punya impian, apa mimpi itu seandainya Pak Prabowo terpilih jadi presiden,” tanya saya, asal nyeplos.

Advertisement

Sebelum menjawab, Prabowo bilang, setiap orang pasti punya mimpi atau impian. Bahkan setiap orang pasti punya cita-cita, punya keinginan, punya harapan masa depan, dan semuanya pastinya akan berupaya bagaimana kemudian mewujudkan impian itu.

“Mimpi saya adalah cita-cita saya. Jadi ketika ditanya apa mimpi saya tentang Indonesia tak lain adalah bagaimana saya bisa mewujudkan cita-cita saya yang sudah tertanam sejak remaja yaitu mengabdi dan berjuang untuk bangsa dan negara. Itu mimpi saya,” ujarnya dengan mimik wajah serius.

 

Wong Cilik Iso Gemuyu

“Dan terkait dengan pertanyaan Anda, jawabnya adalah bagaimana wong cilik iso gemuyu. Itu mimpi besar saya tentang Indonesia.” katanya. “Saya ingin melihat rakyat Indonesia bisa tertawa, hidup dalam suasana penuh kedamaian dan hidup sejahtera. Pemimpin baru berhasil kalau rakyat bisa tersenyum, wong cilik iso gemuyu,” sambung Prabowo.

“Itulah mimpi saya. Suatu saat rakyat Indonesia bisa saling menyapa dengan damai apapun suku, agama dan rasnya. Kita semua adalah manusia, kita semua adalah hamba Tuhan. Kita semua punya hak hidup di alam semesta ini. Kita semua bersaudara, kenapa kita harus bertikai?”, lanjutnya.

Menurut Prabowo, seorang pemimpin, dia akan merasa berhasil jika rakyat yang dipimpinnya iso gemuyu, bukan gemerutu terus karena harga sembako mahal tidak terjangkau, lapangan pekerjaan sulit, biaya pendidikan untuk menyekolahkan anak dan kesehatan mahal tidak terjangkau lantaran hidup rakyat sengsara akibat kemiskinan struktural. “Itu mimpi dan cita-cita saya,” ucap “Sang Humanis”.

Obrolan tentang wong cilik iso gemuyu ini pastinya bukan cuma mimpi Prabowo, pastinya juga jadi mimpi rakyat Indonesia. Menjadikan wong cilik iso gemuyu adalah harapan dan dambaan rakyat Indonesia. Semoga!