INDUSTRY.co.id - Cirebon - Masalah saluran pencernaan seperti batu empedu, fatty liver, obesitas, sirosis hati, asam lambung dan diare, termasuk dalam 10 penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia dengan tingkat fatalitas sekitar 80 kasus per 100 ribu penduduk.
Menyoroti kondisi itu, Grup RS Siloam tanggal 5 Maret 2024 menggelar simposium perkembangan terbaru dalam teknik minimal invasive surgery, khususnya dalam bidang urologi dan saluran pencernaan (digestif). Acara ini juga dihadiri oleh lebih dari 75 spesialis, dokter, dan tenaga medis lainnya.
Bedah minimal invasif adalah teknik pembedahan dengan sayatan kecil di mana prosedur ini bisa dilakukan untuk mendiagnosis dan menyembuhkan berbagai penyakit. Melalui sayatan kecil tersebut, dokter spesialis dapat memasukkan alat yang dilengkapi kamera dan lampu untuk menampilkan kondisi di dalam tubuh pasien pada sebuah layar sehingga dapat membantu diagnosa dan prosedur bedah.
Berkat luka sayatan yang kecil, bedah minimal invasif dikenal memiliki berbagai keuntungan seperti waktu penyembuhan yang lebih singkat, bekas luka minimal, risiko infeksi, komplikasi pasca-operasi, dan perdarahan lebih rendah, serta waktu operasi lebih singkat.
Simposium yang menyajikan beragam topik seputar bedah minimal invasif dalam bidang urologi dan digestif merupakan hasil kolaborasi dari 3 RS Siloam, yakni RS Siloam ASRI, RS Siloam Kebun Jeruk, dan RS Siloam Putera Bahagia Cirebon.
"Grup RS Siloam memiliki 41 rumah sakit yang tersebar di 30 kota di Indonesia sehingga kami memiliki peran untuk mendukung pemerintah dalah menerapkan kesehatan berjenjang,” ujar dr. Angela Halim, Referral Regional 1 Head Grup RS Siloam.
Menurut dr, Angela, simposium ini digelar untuk mendukung peningkatan wawasan para dokter di Indonesia terkait prosedur bedah minimal invasif yang dapat dilakukan oleh Grup RS Siloam dan mengingatkan kembali pentingnya memulai diagnosis dan perawatan di tingkat primer.
Hingga kini, RS Siloam ASRI telah berhasil melakukan lebih dari 350 tindakan transplantasi ginjal secara bedah minimal invasif dengan rata-rata tingkat keberlangsungan hidup pasien sebesar 98% pada tahun pertama.
RS Siloam Kebun Jeruk juga memiliki fasilitas untuk tindakan gastric baloon untuk pasien obesita.
RS Siloam Putera Bahagia Cirebon juga dapat melakukan tindakan operasi bariatrik yang keduanya menerapkan prosedur bedah minimal invasif.