INDUSTRY.co.id - Jakarta - Bursa saham Asia pagi ini, Sealsa (27/2/2024), dibuka mixed  cenderung melemah, berusaha keluar dari tekanan penurunan indeks acuan pada sesi penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Pasar menunggu rilis sejumlah data ekonomi pekan ini, diantaranya rilis indeks PMI China dan indeks harga pengeluaran konsumis pribadi AS.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,4%. Indeks berlanjut melemah 0,16% (-11,9 poin) menjadi 7.640,9 pada pukul 8:15 WIB.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melemah 0,1% dan Kosdaq turun 0,3%. Kospi berlanjut menyusut 0,14% menjadi 2.643,41.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang naik 0,32% (125,72 poin) ke posisi 39.359,46, setelah dibuka naik 0,3% dan Topix menguat 0,1%.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih akan dibayangi sentimen negatif, setelah berakhir melemah sepanjang sesi perdagangan kemarin, terkoreksi 0,15% menjadi 7,283. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,35% menjadi USD22,54.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan kembali melemah, di tengah penurunan nilai traksaksi dan kejatuhan harga sejumlah komoditas. Namun meningkatnya minat beli asing dan perbaikan harga komoditas akan membalik arah pergerakan indeks. Secara teknikal pergerakan indeks berada dalam momentum pelemahan namun masih mengindikasikan adanya kekuatan daya beli investor.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya ketiga indeks utama di bursa Wall Street dipicu oleh respon pelaku pasar dalam menunggu data inflasi yang akan keluar di minggu ini diprediksi menjadi sentimen negatif bagi indeks di perdagangan hari ini.

Sementara itu, kondisi teknikal IHSG yang saat ini berada di area support menjadi peluang penguatan bagi indeks di hari ini. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang support 7.280 dan resistance 7.380.