INDUSTRY.co.id - Jakarta- Perusahaan rintisan layanan keuangan berbasis teknologi (fintech) Investree mulai berekspansi memberikan fasilitas pinjam meminjam bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di luar wilayah Jabodetabek.
CEO Investree Adrian Gunadi melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (28/7/2017) mengatakan Investree telah memperluas jangkauan usahanya ke Jawa Tengah untuk memfasilitasi pinjam meminjam bagi UMKM, khususnya industri kreatif, di wilayah tersebut.
"Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah, terdapat peningkatan jumlah UMKM sebanyak lebih dari 40 ribu, dan hal tersebut merupakan potensi yang besar untuk dieksplorasi," kata dia.
Adrian mengatakan kehadiran kantor perwakilan Investree di Semarang akan memudahkan dalam menjangkau orang yang memiliki kebutuhan pendanaan yang mayoritas adalah pegiat UMKM di Jawa Tengah dan sekitarnya, sehingga transaksi dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Peresmian ekspansi usaha tersebut dilakukan setelah Investree resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor registrasi S-2492/NB.111/2017 pada 31 Mei 2017.
Investree dinyatakan terdaftar sebagai penyelenggara pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi (peer-to-peer lending) dan diatur dalam administrasi Direktorat Kelembagaan dan Produk Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).
Dengan demikian, Investree telah memenuhi standar pemerintah dari segi sistem elektronik, mitigasi risiko, kelayakan sumber daya manusia, dan infrastruktur operasional lainnya untuk menjalankan bisnis.
Kegiatan usaha yang dilakukan Investree yaitu sebagai "marketplace" dalam jaringan yang mempertemukan orang yang memiliki kebutuhan pendanaan (borrower) dengan orang yang bersedia meminjamkan dananya (lender).
Sampai dengan Juli 2017, Investree telah membukukan catatan total fasilitas pinjaman sebesar Rp237 miliar, nilai pinjaman tersalurkan sebesar Rp187 miliar, dan nilai pinjaman lunas sebesar Rp144 miliar dengan tingkat pinjaman gagal bayar 0 persen.
Investree menargetkan transaksi pinjaman khusus di Jawa Tengah pada tahun ini dapat mencapai Rp50 miliar. Sementara secara nasional hingga akhir tahun mencapai Rp400 miliar.
Adrian mengungkapkan sebagian besar peminjam di Investree merupakan pemain bisnis kecil dan menengah dari kategori kreatif, sehingga dapat dikatakan bahwa mayoritas pendanaan yang dilakukan melalui platform Investree disalurkan untuk membantu pengembangan usaha di bidang industri tersebut.