INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) terus mendorong aksi percepatan penggunaan kendaraan listrik di daerah dengan mendukung Usaha Kecil dan Menengah (UMKM). Salah satu daerah yang dibidik untuk pembiayaan kendaraan listrik UMKM yakni Bali.

Advertisement

Bisnis BRI Finance ini sejalan dengan target Pemerintah Provinsi Bali, yaitu pengurangan emisi karbon sejumlah 41.000 dan pengadaan 140.000 motor listrik hingga tahun 2026. 

“BRI Finance turut mendukung upaya tersebut. Pada tahun 2024 ini, Kami berharap dukungan pembiayaan kendaraan listrik kepada pelaku UMKM di Bali terus bertumbuh, dan semakin banyak pengusaha lokal Bali yang turut andil serta peduli terhadap isu lingkungan,” ujar Willy Halim Sugiardi, Direktur Operasional dan Corporate Secretary BRI Finance.

Advertisement

Salah satu pelaku UMKM yang memanfaatkan kendaraan listrik untuk usahanya adalah Ni Wayan Sini, atau yang biasa disapa Indah. Ia adalah pengusaha kebaya di Bali, menjadi salah satu nasabah BRI Finance dalam mewujudkan visi keberlanjutan di Pulau Dewata.

Indah, dengan tekad inovatif, membagikan kisah inspiratif tentang perjalanan hijau dengan beralih ke kendaraan listrik yang mampu membawa dampak positif, bukan hanya bagi dirinya tetapi juga untuk lingkungan sekitar. 

Advertisement

Selain efisiensi secara finansial, Indah juga mencatat efisiensi waktu yang signifikan dengan penggunaan kendaraan listrik dalam kegiatan bisnisnya. Pengeluaran yang selama ini dialokasikan untuk membeli bahan bakar bensin diakuinya bisa digunakan untuk kebutuhan lain.

“Kalau saya pergi keliling untuk mengantarkan pesanan baju yang selesai dijahit, pengisian baterai cukup tiga hari sekali. Kalau untuk pergi dari rumah ke toko, pengisian baterai hanya satu minggu sekali,” ungkap Indah saat ditemui di Toko Busana Indah Taylor.

Advertisement

Keputusan Indah untuk menggunakan kendaraan listrik membuktikan bahwa transformasi keberlanjutan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana di kehidupan sehari-hari. Pengalaman positif dalam menggunakan kendaraan listrik juga dirasakan pengusaha lainnya di Bali bernama Yerry Herawan. 

Yerry membuka bisnis barbershop di wilayah Denpasar, Bali. Sekitar 100 meter dari toko barbershop nya, Istri Yerry juga membuka bisnis makanan, yakni Warung Ayam Serundeng.

Yerry, dengan latar belakangnya sebagai mahasiswa magister pariwisata, menjelaskan bahwa keputusannya untuk beralih ke kendaraan listrik adalah langkah konkrit mendukung program berkelanjutan yang dianggapnya sangat baik. Diskusi dan pembelajaran seputar pariwisata berkelanjutan menjadi pemicu inspiratif baginya untuk beralih ke kendaraan listrik dalam kehidupan sehari-hari.

"Sebagai mahasiswa magister pariwisata, saya ingin mendukung program-program keberlanjutan yang saya pelajari. Kendaraan listrik adalah salah satu implementasi nyata dari pembelajaran saya, dan saya yakin ini dapat memberikan dampak positif," ungkap Yerry

Yerry menambahkan, keputusannya untuk beralih tidak hanya berdasarkan dorongan untuk mendukung keberlanjutan, tetapi juga karena efisiensi dan kemudahan penggunaan kendaraan tersebut. 

"Dengan kendaraan listrik, saya tidak hanya mendukung program keberlanjutan, tetapi juga menghemat biaya operasional dan waktu. Penggunaan kendaraan listrik memberikan efisiensi yang signifikan dalam arus kas pengeluaran saya. Sebab, kalau menggunakan charging baterai kendaraan listrik kan juga bisa dipakai untuk charging yang lain, sementara kalau beli bensin memang hanya untuk kendaraan saja. Jadi ini jelas lebih praktis dan efisien," jelas Yerry.