INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) merencanakan untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham yang akan dilaksanakan selama 18 bulan ke depan dengan menganggarkan dana sebesar Rp1 triliun.

"Buyback dilakukan dalam rentang waktu 18 bulan, sebanyak-banyaknya 1,84 miliar saham atau sekitar 7 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh," ujar Direktur Keuangan dan Risiko Waskita Beton Precast, MC Budi Setyoni di Jakarta, Rabu (26/6/2017) Was

Ia mengatakan bahwa aksi korporasi itu diharapkan dapat memaksimalkan nilai pemegang saham mengingat harga saham perseroan saat ini berada di bawah harga saat penawaran umum perdana saham (IPO) sehingga tidak mencerminkan kondisi fundamental serta prospek industri beton precast di tanah air.

"Target pendapatan tahun ini tumbuh sebesar 63 persen serta laba bersih meningkat 85 persen. Pencapaian dan target pertumbuhan itu menjadi keyakinan kami untuk 'buyback'," katanya.

Saham perdana PT Waskita Beton Precast Tbk dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 20 September 2016 lalu seharga Rp490 per saham. Hari ini (Rabu, 26/7), harga saham perseroan dengan kode perdagangan WSBP bergerak menguat 3,54 persen ke posisi Rp468 per saham.

Berdasarkan konsensus analis, ia mengemukakan bahwa hingga akhir tahun ini saham perseroan dapat mencapai Rp700 per saham. Namun, perseroan berharap saham WSBP dapat mencapai Rp900 per saham.

Direktur Utama WSBP, Jarot Subana menambahkan bahwa dana "buyback" yang dianggarkan sebesar itu merupakan kas internal. Pada semester ini ada penjadwalan penerimaan kas dari pencairan piutang mencapai Rp1,4 triliun.

"Tentu lebih dari cukup untuk kebutuhan 'buyback' sehingga tidak mengganggu ekspansi dan modal kerja perseroan," katanya.

Ia mengemukakan bahwa rencana buyback sudah mendapatkan persetujuan dari rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan pada hari ini (Rabu, 26/7).

Pada semester pertama 2017, Waskita Beton Precast Tbk membukukan pendapatan naik 42,8 persen menjadi Rp2,67 triliun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Sementara laba bersih naik 28 persen menjadi Rp436,4 miliar pada semester pertama tahun ini.(Ant)