INDUSTRY.co.id , Jakarta - Jelang pertemuan The Fed, sejumlah komoditi tambang mengalami akselerasi di pasar global. Hal ini juga berdampak pada meningkatnya produksi komoditi tambang di kawasan Asia.
Harga komoditi tembaga di pasar London Metal Exchange-LME ditutup naik sebesar 2% pada perdagangan Selasa (25/7/2017) waktu setempat. Hal yang sama juga terjadi pada komoditi timah naik 0,68 % menjadi US$ 20.440 per ton dari US$ 20.300 per ton pada perdagangan hari Senin (24/7/2017).
Sementara itu, harga timah di pasar Kuala Lumpur Tin Market- KLTM, pada penutupan perdagangan Rabu (26/7/2017) pukul 10.00 WIB, juga mengalami kenaikan sebesar 0,24 % menjadi US$ 20.250 per ton. Pada hal di hari Senin (24/7/2017), harga timah KLTM masih berada di posisi US$ 20.200 per ton.
Dari Bursa Timah di dalam negeri yang diselenggarakan Indonesia Commodity and Derivative Exchange- ICDX, pada penutupan perdagangan pukul 16.00 WIB, Selasa (25/7/2017), telah menembus ke posisi US$ 20.350 per ton dari sebelumnya yang bertengger selama tiga hari perdagangan di posisi US$ 20.300 per ton.
Dengan posisi harga timah ICDX sebesar US$ 20.350 per ton pada hari Selasa (25/6/2017), harga ICDX telah naik 0.98 % dalam sepekan dari US$ 20.150 per ton di hari perdagangan Selasa (18/7/2017).
Memperhatikan tren pasar komoditi tambang khususnya komoditi timah di mancanegara, diperkirakan harga timah ICDX pada perdagangan Rabu (26/7/2017) yang ditutup pukul 16.00 WIB, bukan tidak mungkin menembus US$ 20.500 per ton.