INDUSTRY.co.id , Umbulan - Pengerjaan konstruksi proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) Umbulan, Jawa Timur telah resmi dimulai. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melalui Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) kini tengah membidik SPAM Bandar Lampung dan SPAM Semarang Barat untuk dipercepat realisasi pengerjaannya.

Nantinya, SPAM Umbulan akan dijadikan contoh pengembangan pengelolaan air minum di daerah-daerah lain yang akan menggunakan pola Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). Keberhasilan Pemerintah memulai proyek yang sempat mangkrak selama 40 tahun ini akan dijadikan modal berharga dalam merealisasikan proyek-proyek SPAM lainnya.

Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Perekonomian yang sekaligus Ketua Tim Pelaksana KPPIP Wahyu Utomo mengatakan, saat ini pemerintah semakin percaya diri memakai pola KPBU untuk diterapkan dalam proyek pembangunan infrastruktur khususnya pada sektor penyediaan air minum.

"Proyek SPAM Semarang Barat dan SPAM Bandar Lampung akan segera menyusul" ujar Wahyu disela-sela peresmian acara groundbreaking SPAM Umbulan, Kamis (20/7/2017)

Wahyu yakin bahwa pengerjaan SPAM Semarang Barat dan Bandar Lampung akan lebih mudah ketimbang SPAM Umbulan. Selain ditunjang konsep KPBU yang semakin matang, tidak ditemukan potensi tarik menarik kepentingan antar pemerintah daerah seperti yang terjadi pada SPAM Umbulan.

"Kalau Umbulan kan lintas wilayah (kabupaten/kota), untuk kasus Bandar Lampung dan Semarang Barat pasti akan lebih simple, karena hanya untuk satu wilayah saja" ucap Wahyu.

Ia menambahkan, meskipun diproyeksi tidak ditemukan persoalan rumit seperti SPAM Umbulan, Kemenko Bidang Perekonomian melalui KPPIP akan terus mengembangkan konsep KPBU yang sudah ada agar dapat lebih menarik minat investor pada proyek SPAM di tempat lain.

"Kita akan coba hitung, bagaimana masalah demandnya, kemudian willingness to pay nya seperti apa dan ability to pay nya seperti apa dari masyarakat" imbuh Wahyu.