INDUSTRY.co.id, Guangzhou - Sebanyak empat kabupaten di Indonesia tertarik investasi yang ditawarkan salah satu perusahaan dari China untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di masing-masing daerah tersebut.
"Investasi ini sangat menguntungkan daerah dan investor dari China," kata Konsul Jenderal RI di Guangzhou, Ratu Silvy Gayatri, kepada Antara, Sabtu.
Dia baru saja mendampingi tujuh delegasi bisnis China dalam pertemuan bisnis APKASI Otonomi Expo 2017 di Jakarta pada 19-21 Juli 2107.
Delegasi bisnis tersebut bergerak di bidang pengolahan air bersih, perikanan, makanan khas laut, produk pertanian, dan pengolahan produk pertanian.
Liaoning Rightleder Environmental Engineering Co Ltd yang bergerak di bidang pengolahan air bersih dalam menjalankan investasinya di Indonesia telah menggandeng PT Global Syahid Internasional sebagai mitra kerjanya.
Perusahaan tersebut merupakan salah satu perusahaan pengolahan air bersih yang telah mengerjakan sejumlah proyek di kawasan Amerika Selatan, Afrika, dan Timur Tengah.
Ratu menyebutkan empat kabupaten, yakni Boalemo, Gorontalo (keduanya Provinsi Gorontalo), Jember (Jawa Timur), dan Maluku Barat Daya (Maluku) berminat mendatangkan investasi di bidang pengolahan air yang masing-masing nilainya mencapai 1 juta dolar AS.
Model pengolahan air bersih yang dapat dikerjasamakan, lanjut dia, mulai dari pengolahan air menjadi air minum, air danau untuk rumah tangga, dan penyulingan air laut.
Menurut dia, Bualemo dan Gorontalo menunjukkan minatnya pada investasi di bidang tersebut karena lebih dari 60 persen penduduknya masih kekurangan pasokan air bersih.
"Adapun Jember melalui Direktur Utama PDAM tertarik untuk mengembangkan pasokan air bersih di 31 kecamatan. Sementara Maluku Barat Daya tertarik untuk mengembangkan pengolahan air bersih dari air laut untuk memastikan pasokan air bersih bagi 87 ribu jiwa warganya, khususnya ketika musim kemarau tiba," kata Ratu menambahkan.
Kapasitas produksi mesin yang ditawarkan investor minimal 1.000 metrik ton per hari. (ant)