INDUSTRY.co.id - Jakarta, Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kementerian Perindustrian, Imam Haryono mengatakan pihaknya telah menerbitkan 16 rekomendasi kawasan industri baru dengan luas totalnya mencapai 8.510 hektare

Advertisement

"Rekomendasi kawasan industri itu tersebar di provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Jambi dan Gorontalo," ungkap Imam saat pemaparan perkembangan kawasan industri bersama Forum Wartawan Industri di kantor Kemenperin Jakarta (18/7/2017).

Dari 16 kawasan industri, tujuh di antaranya berada pulau Jawa yakni Karawang, Bekasi, Majalengka, Tangerang dan Sidoarjo. Sementara di Kalimantan, rekomendasi kawasan industri berada di Ketapang dan Penajam Paser Utara.

Advertisement

Imam menambahkan, dalam kurun 2014 hingga 2016, terjadi peningkatan kawasan industri dari sisi jumlah maupun luas. Dari 74 kawasan industri pada 2014 bertambah jadi 87 kawasan pada 2016. Sementara itu, dari sisi luas peningkatannya mencapai 64,67 persen. Di luar Jawa, kawasannya meluas dari 28,01 persen menjadi 42,42 persen pada 2016.

Disisi lain, lanjut Imam, untuk mendorong pertumbuhan kawasan industri di luar Pulau Jawa, pemerintah berencana untuk membangun sejumlah Kawasan Industri Khusus (KIK). Dalam rencana yang masuk salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) ini, pemerintah akan pengembangan KIK di Tanah Kuning, Provinsi Kalimantan Utara.

Advertisement

KIK Tanah Kuning menjadi salah satu kawasan industri yang baru dimasukkan dalam daftar proyek strategis nasional sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 tahun 2017. Dengan estimasi investasi mencapai USD 28 miliar, pemerintah mengarahkan KIK Tanah Kuning sebagai pusat industri terintegrasi di Kalimantan Utara.

"Untuk pembangunan KIK ini pemerintah menawarkan 11.000 hektare (ha) lahan untuk pembangunan industri hulu hingga hilir. Dalam konsepnya, KIK Tanah Kuning akan terbagi, 60 persen industrial park dan 40 persen pengembangan infrastruktur lain seperti area pariwisata dan perumahan," ucap Imam.

Advertisement

Menurutnya proyek ini benar-benar baru dan dalam tahap pembebasan lahan bertahap. Dia menyebutkan, kini pembebasan lahan di Tanah Kuning baru sekitar 400 ha untuk salah satu perusahaan tambang yakni PT Delma Mining Corporation. PT Inalum (persero) juga tengah mengajukan perizinan lokasi seluas 500 Ha. "Saat ini kondisinya masih greenfield, pembebasan lahannya masih sedikit," katanya.

Investor China yakni Tsing San Group juga memastikan bakal menanamkan modalnya untuk membangun sejumlah industri pertambangan dari hulu ke hilir di KIK Tanah Kuning. Tsing San Group akan membangun industri hulu tambang terintegrasi dengan pembangunan smelter.

Investor asal negeri tirai bambu ini juga akan membangun hydro power plant 7.200 MW. Dalam waktu dekat, Tsing San Group akan segera mengurus proses perizinan. "Kemarin Tsing San Group menyatakan sanggup mengembangkan secara terintegrasi," imbuh Imam.

Kemperin akan terus menawarkan KIK Tanah Kuning ke sejumlah investor. Namun menurut Imam, respon investor lain masih tahap pertimbangan. "Kami tengah upayakan segala langkah agar menarik investasi jangka panjang," pungkas Imam.