INDUSTRY.co.id - Jakarta — Boeing saat ini tengah memperluas program uji terbang ecoDemonstrator agar bisa lebih lanjut lagi mempercepat inovasi untuk keberlanjutan dan keselamatan. Perusahaan ini mengumumkan rencana tahun 2023 untuk menilai 19 teknologi pada pesawat Boeing 777 ecoDemonstrator, sekaligus menambahkan pesawat “Explorer” yang akan berfokus pada uji coba teknologi khusus.
Pesawat ecoDemonstrator Explorer pertama, yakni 787-10 Dreamliner, akan melakukan uji terbang pada Juni dari Seattle menuju Tokyo, Singapura dan Bangkok untuk menunjukkan bagaimana mengoordinasikan navigasi melintasi beberapa wilayah yurisdiksi angkasa global bisa meningkatkan efisiensi operasional, yang akan mengurangi penggunaan bahan bakar dan emisi sebuah pesawat terbang hingga 10%.
Dengan memanfaatkan kemampuan pesawat yang ada saat ini, Boeing dan penyedia layanan navigasi udara (ANSP) di Amerika Serikat, Jepang, Singapura, dan Thailand akan bersama-sama berurutan menggunakan rute pesawat tersebut untuk mencapai jalur terbang optimal melintasi beberapa wilayah, dengan mempertimbangkan berbagai faktor kondisi seperti cuaca, lalu lintas udara, dan penutupan wilayah angkasa. Pesawat ini akan terbang menggunakan campuran bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) yang paling tersedia di setiap lokasi.
“Untuk mendukung target industri kami yakni nol emisi karbon pada 2050, Boeing kini sedang memperluas program ecoDemonstrator menggunakan pesawat Explorer untuk menguji teknologi yang lebih berfokus lagi pada keberlanjutan,“ kata Stan Deal, Presiden dan CEO Boeing Commercial Airplanes yang dikutip INDUSTRY.co.id, Selasa (2/5/2023).
“Kami terus berinvestasi pada inovasi yang dapat mengurangi penggunaan bahan bakar, emisi, dan kebisingan pada produk-produk kami, juga untuk bermitra dengan pemerintah dan industri untuk membuat kemajuan dalam hal keberlanjutan di setiap tahap penerbangan.” imbuhnya.
“Industri ini akan membutuhkan pembaruan armada yang terus-menerus, keuntungan efisiensi, pengangkut energi terbarukan seperti bahan bakar penerbangan berkelanjutan, dan teknologi maju untuk memenuhi komitmen industri penerbangan sipil dalam mencapai nol emisi karbon pada 2050,” kata Chief Sustainability Officer Boeing, Chris Raymond.
“Uji perdana Explorer kami yang bekerja sama dengan para pemangku kebijakan penerbangan di empat negara merupakan contoh bagus tentang bagaimana kita bisa bekerja sama untuk mengoptimalkan efisiensi operasional dan mengurangi emisi.” ujarnya.
Pada 2023, Boeing juga akan menggunakan pesawat ecoDemonstrator unggulan saat ini, yakni pesawat 777-200ER (Extended Range), untuk menguji 19 teknologi, di antaranya termasuk:
• Panel dinding berkelanjutan di ruang kargo yang terbuat dari 40% serat karbon daur ulang dan 60% resin dari bahan baku berbasis hayati.
• Sensor kuantitas bahan bakar berbasis serat optik yang kompatibel dengan 100% SAF.
• Aplikasi Electronic Flight Bag yang menampilkan Smart Airport Maps, sebuah komponen dari aplikasi Jeppesen FliteDeck Pro, yang mengurangi biaya operasional dan mendukung operasi taksi yang aman melalui penggambaran data bandara yang kontekstual.
• Untuk semua uji terbang, pesawat ini akan terbang menggunakan campuran SAF yang paling tersedia secara lokal.
Sejak penerbangan perdana pada 2012, program Boeing ecoDemonstrator telah mempercepat inovasi dengan membawa teknologi baru keluar dari laboratorium dan mengujinya di lingkungan operasional. Dengan memasukkan rencana tahun 2023, program ini tercatat telah dan akan menguji sekitar 250 teknologi untuk membantu mengurangi emisi karbon di dunia penerbangan, meningkatkan efisiensi operasional, serta meningkatkan keselamatan dan pengalaman penumpang. Sekitar sepertiga dari teknologi yang telah diuji sudah dikembangkan menjadi produk dan layanan Boeing.