Permudah Umik Raih SNI, Ini Langkah BSN Bersama Kemenkop UKM

Oleh : Hariyanto | Rabu, 12 April 2023 - 15:29 WIB

Langkah BSN dan Kemenkop UKM Permudah Umik Raih SNI
Langkah BSN dan Kemenkop UKM Permudah Umik Raih SNI

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kehadiran Usaha Mikro (Umik) menjadi sebuah peluang bagi masyarakat luas terutama yang terdampak Covid-19, Umik menjadi salah satu solusi untuk menopang perekonomian. Oleh karenanya, Umik perlu ditingkatkan daya saingnya, salah satunya dengan memberi kemudahan izin berusaha serta pembinaan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kukuh S. Achmad mengatakan, BSN dengan programnya SNI Bina UMK, mendorong Umik mengajukan izin berusaha tanpa harus terkendala urusan SNI. 

“Tanda SNI bina-UMK adalah tanda yang ditetapkan oleh BSN untuk digunakan oleh pelaku usaha termasuk bagi Umik bersamaan dengan diperolehnya Nomor Induk Berusaha (NIB),” jelas Kukuh yang dikutip INDUSTRY.co.id, Rabu (12/4/2023).

Sebagai Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) yang bertanggung jawab di bidang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian (SPK), BSN memberikan pembimbingan penerapan SNI bersama dengan Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah terkait.

Kukuh menerangkan, Umik yang telah mendapatkan NIB dan tanda SNI bina-UMK, berhak mendapatkan pembinaan dari BSN. Untuk mendapatkan pembinaan, prosesnya pun mudah, Umik bisa mengakses situs https://binaumk.bsn.go.id/.

“SNI Bina UMK termasuk sebagai upaya dalam penyederhanaan tata cara dan jenis perizinan berusaha berbasis risiko dengan layanan terpadu satu pintu melalui sistem Perizinan Berusaha terintegrasi secara elektronik. Termasuk pembebasan biaya perizinan bagi Umik untuk mengakses perizinan tunggal, pemenuhan kepemilikan sertifikat standar dan/atau izin usaha,” ungkap Kukuh.

Pasca penerbitan NIB, lanjutnya, aktivitas Umik akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan serta pengawasan dalam rangka meningkatkan pengetahuan terhadap penerapan SNI. 

Guna semakin memasifkan penggunaan SNI Bina UMK, BSN bersama Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia mengidentifikasi berbagai isu dan permasalahan serta solusi yang diperlukan untuk percepatan peningkatan Umik untuk memiliki NIB, tanda SNI bina-UMK, juga pembinaan penerapan SNI. 

Sekaligus dalam rangka terwujudnya pemerataan penyebaran informasi bagi para Stakeholder terkait urgensi kepemilikan NIB juga produk terstandarisasi SNI bagi Umik dan masyarakat.

Sejak tahun 2015, kata Kukuh, BSN sudah melakukan pembinaan penerapan SNI lebih dari 1.100 UMKM di seluruh wilayah Indonesia. UMKM tersebut telah merasakan manfaat dan keuntungan pembinaan penerapan SNI. 

“Pembinaan ini tidak dipungut biaya apapun atau gratis,” jelas Kukuh. Pembinaan diberikan mulai dari tahap peningkatan kompetensi, penerapan SNI, sertifikasi SNI, hingga peningkatan akses pasar baik lokal maupun global.

Karena itu, Kukuh berharap Umik yang telah mendapatkan tanda SNI bina-UMK tidak menyia-nyiakan fasilitasi pembinaan SNI secara gratis ini. Sehingga ke depan, semakin banyak Umik di Indonesia yang berdaya saing dan berjaya di pasar lokal maupun internasional.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) RI, Teten Masduki dalam Rapat Koordinasi Teknis Kementerian KUKM di Jakarta, Selasa (11/4/2023) mengatakan, pemerintah telah mengeluarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi, melalui SNI Bina UMK.

“Pemerintah memberikan berbagai kemudahan bagi UMK, salah satunya berupa kemudahan izin berusaha serta hak mengunakan tanda SNI bina-UMK bagi produk UMK berisiko rendah,” ungkap Menteri Teten.

Melalui aplikasi Sistem Perizinan Tunggal (Online Single Submission/OSS), pada saat Umik dengan klasifikasi usaha berisiko rendah dapat memproses NIB dan tanda SNI bina-UMK dengan mengakses https://oss.go.id/.

Pemerintah memberikan perhatian pada Umik mengingat tingginya penyerapan tenaga kerja oleh Umik. Selain itu Umik menjadi solusi bagi masyarakat kecil untuk memulai usaha dikarenakan tidak memerlukan modal yang besar. 

Saat ini pelaku usaha di Indonesia, didominasi oleh pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2018 dari total 64,94 juta unit usaha di Indonesia, hanya 5.550 unit atau 0,01 % tergolong usaha besar, 60.702 unit atau 0,09 % usaha menengah, 783.132 unit atau 1,22 % usaha kecil dan selebihnya 63,5 juta unit atau 98,68 % merupakan usaha mikro.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

(Ki-ka). Peresmian dilakukan oleh Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna, Ketua Lembaga Wakaf MES Nurul Huda, SVP Islamic Ecosystem Solution BSI Syukron Habiby dan Badan Pengurus Harian MES Siti Marifah

Senin, 24 Juni 2024 - 12:19 WIB

BSI International Expo 2024 Impresif, Nilai Transaksi di Atas Rp2 T & Jumlah Pengunjung 52.000 Lebih

BSI International Expo 2024 yang diselenggarakan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) pada 20-23 Juni berlangsung impresif, terlihat dari nilai transaksi dan jumlah pengunjung melampaui target…

Pekerja Program PKT

Senin, 24 Juni 2024 - 11:50 WIB

Pertengahan 2024, Serapan Tenaga Kerja Padat Karya Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Capai 51.964 Orang

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada TA 2024 terus melanjutkan program infrastruktur kerakyatan bidang jalan dan jembatan yang dikerjakan dengan skema Padat Karya Tunai…

Pintu Talks Digelar di Institut Pariwisata Trisakti

Senin, 24 Juni 2024 - 11:28 WIB

Kolaborasi dengan Bappebti & CFX Bahas Regulasi, Ekosistem, dan Web3, Pintu Talks Digelar di Institut Pariwisata Trisakti

PINTU berinisiatif untuk mengadakan program Pintu Talks di Institut Pariwisata Trisakti bertemakan Dinamika Regulasi dan Pengawasan, Perkembangan Ekosistem, dan Transformasi Aset Kripto serta…

Tips Lifepal – Hindari Risiko Tak Terduga, Kenali Dulu Asuransi Mobil Rental/Roojai

Senin, 24 Juni 2024 - 10:54 WIB

Hindari Risiko Tak Terduga, Kenali Dulu Asuransi Mobil Rental

Jakarta- Bisnis rental mobil selain menawarkan keuntungan besar, juga memiliki risiko tinggi. Sebab, pemilik bisnis ini meminjamkan kendaraan miliknya kepada orang lain dengan karakter berbeda-beda,…

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Chief Cabinet Secretary Jepang Mr. Hayashi Yoshimasa

Senin, 24 Juni 2024 - 10:25 WIB

Terbang ke Jepang, Menperin Agus Perkuat Kerja Sama Ekonomi & Perjanjian Strategis

Hubungan kerja sama ekonomi Indonesia-Jepang semakin diperkuat melalui berbagai forum internasional, seperti Indo Pasific-Economic Framework for Presperity (IPEF), Indonesia-Japan Economic Partnership…