INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Perindustrian, Airlanggaa Hartarto mengungkapkan, Selama di Jepang, kami mengadakan pertemuan dengan Executive Vice Presiden Sojitz Corporation, Satoshi Mizui guna meningkatkan investasinya terutama dalam pembangunan industri petrokimia di Bintuni.
"Dengan Sojitz, kami membahas mengenai pengembangan methanol base di Bintuni. Kerana methanol base ini proyek besar, maka dari itu, kami juga mengajak Sijitz untuk kerjasama dengan PT Pupuk Indonesia dan Foresstaal untuk mengelolanya," ungkap Airlangga Hartarto di Jakarta (10/7/2017).
Ia menambahkan, untuk imnvestasinya sedang dibicarakan oleh kedua belah pihak. Sedangkan un tuk pasokan gasnya akan di supplai dari BP Tangguh dan Genting Oil Kasuri.
Sekedar informasi, Sojitz Corporation merupakan perusahaan yang memiliki sejarah sangat panjang. Selama lebih dari 150 tahun bisnisnya telah membantu dan mendukung perkembangan banyak negara dan wilayah.
Saat ini, Group Sojitz terdiri sekitar 400 anak perusahaan dan afiliasinya yang berlokasi di Jepang dan di seluruh dunia. Mereka mengembangkan operasi perusahaan perdagangan umum yang luas di banyak negara dan wilayah. "Salah satu anak perusahaannya di Indonesia adalah PT Kaltim Methanol Indonesia," terangnya.
Seperti diketahui, pada tahun 2016, nilai investasi Jepang ke Indonesia sebesar USD 5,4 miliar atau naik 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai USD 2,9 miliar. Beberapa industri Jepang yang cukup aktif berinvestasi di Indonesia, antara lain sektor otomotif, logam, mesin dan elektronika.
Meski berada di peringkat kelima dunia, namun Indonesia memiliki tantangan di industri petrokimia pada tiga basis produk yaitu olefin, methane, dan aromatic, Sementara itu, Indonesia masih butuh impor untuk kimia dan farmasi. Menurut catatan BPS, Indonesia mengimpor USD 19,03 miliar di tahun 2016, sedangkan eskpornya USD 10,84 miliar. "Kami berharap kerjasama ini bisa terealisasi dengan baik dan tidak akan memakan waktu yang cukup lama," pungkasnya.