INDUSTRY.co.id - Bekasi - Bisnis logistik yang semakin berkembang saat ini diramaikan dengan kehadiran pemain baru. Linkexpress yang memiliki keunggulan harga yang super kompetitif.

Advertisement

Menurut  VP Operational & Development, Heri Hidayat S.Si, lewat tagline 'Satu Kota Satu Harga', Linkexpress memiliki satu cita-cita.

"Kami hadir untuk memberikan sebuah warna baru di dunia logistic. Kami memiliki cita-cita ingin menghubungkan seluruh Nusantara melalui platform logistic Linkexpress," kata Heri Hidayat.

Advertisement

Seperti taglinenya, yang membedakan Linkexpress dengan logistik lainnya, adalah layanan Satu Kota Satu Harga. Karena Linkexpress menggunakan skema satu harga. Jadi selama pengiriman itu ke satu kota, dimanapun dia baik itu di pusat kota, maupun di pinggirannya itu harganya sama.

"Mungkin untuk di tahap awal ada minimum kilonya tapi itu tidak besar, jadi untuk kemitraan itu masih cukup profitable dan sangat mungkin untuk dikembangkan," kata Heri.

Advertisement

Sudah berjalan setahun, Heri mengungkapkan pihaknya juga akan terus mengembangkan layanan Linkexpress berbasis platform teknologi. Hal itu akan menjadikan bisnis logistik semakin mudah dan terbuka untuk semua pelaku usaha.

"Jadi masyarakat bisa mengakses pengiriman Linkexpres kedepannya di teknologi startup. Tapi kita tidak melupakan layanan b to b sebagai backbone pengiriman kita. Jadi warehousing, tracking termasuk kurir juga," terangnya.

Advertisement

Target Linkexpress Tahun 2023 Direktur Utama Linkexpress Hambali menuturkan, meski perusahaannya yang bergerak di bidang jasa pengiriman baru setahun beroperasi, namun kini sudah memiliki 8 kantor cabang eksisting di Jabodetabek, Surabaya dan Bandung. Layanan Linkexpress juga sudah ada di 514 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, melalui kerjasama kemitraan (agen).

"Target kami bisa memiliki 500 gerai di Jabodetabek, mungkin kalau untuk Nasional bisa 5.000-an gerai kemitraan," katanya.

Meski terbilang baru, namun perusahaan terus berkembang karena menurut Hambali Linkexpress sudah punya pasar tersendiri.

"Untuk Tiki atau JNE itu mereka konsentrasinya lebih ke seperti shipment, yang hanya perorangan. Kalau Linkexpress ini kita juga nanti akan mengarah ke situ, namun sekarang kita menggarap pasar corporate atau perusahaan. Secara produk kita lebih lengkap (dari kompetitor)," katanya.

Sampai saat ini Linkexpress sudah bekerjasama dengan 130 lebih perusahaan yang ada di Indonesia. Mulai dari sparepart, ada di farmasi juga ada di alat kesehatan.

"Saat ini kami masih konsentrasi yang di corporate, jadi pengembangan selanjutnya nanti kita akan menggarap ke kurir. Kami juga terus membimbing mitra untuk menjadi kepanjangan dari marketing kita. Jadi mereka akan membantu pemasaran juga. Kita coaching mereka untuk bisa memasarkan produk," pungkasnya.