INDUSTRY.co.id - Bali - Kementerian Komunikasi dan Informatika memastikan bahwa persiapan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali sudah 90%, mulai dari persiapan fisik, infrastruktur maupun pengamanan.
"Sejauh ini sudah bisa dikatakan 90% progress persiapan yang sudah dipersiapkan," kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Usman Kansong disela-sela kunjungan ke Bali bersama Forum Pemred (25/10).
Terkait pengamaman, terang Usman, pemerintah telah meyiapkan 13 kapal perang Indonesia untuk pengamanan laut, 4 pesawat tempur dan 13 heli untuk pengamanan udara, serta lebih dari 18.000 personel gabungan.
"Memang untuk urusan pengamanan ini sangat menarik, dan kita sudah siapkan semuanya dengan baik," terang Usman.
Ia pun mengungkapkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, serta Presiden China Xi Jinping dipastikan akan turut hadir dalam konferensi KTT G20 di Bali pada 15-16 Oktober 2022.
Kinerja pemerintah dalam mempersiapkan penyelengaraan KTT G20 di Bali mendapat apresiasi dari sejumlah awak media.
“Persiapan pemerintah sudah jauh-jauh hari dilakukan, baik mempersiapkan pertemuan-pertemuan tingkat menteri, maupun persiapan secara fisik atau infrastruktur,” kata Ketua Forum Pemred, Arifin Asydhad di sela-sela kunjungan ke Bali, Selasa (25/10).
Arifin yang juga merupakan Pemimpin Redaksi (Pemred) Kumparan tersebut berharap semua persiapan KTT G20 ini membawa hasil yang memuaskan bagi Indonesia karena ajang internasional ini akan menjadi perhatian dunia karena hadirnya puluhan kepala negara.
Hal senada juga diungkapkan Dede Apriadi, Pemimpin Redaksi NET TV yang mengapresiasi hasil kerja keras pemerintah dalam mempersiapkan penyelenggaraan KTT G20 di Bali.
"Persiapannya sudah mantap, hampir semua rampung," ungkap Dede.
Ia pun berharap semua tamu dan pemimpin negara-negara G20 bisa hadir secara langsung di Bali. "Yang penting KTT ini ada manfaatnya bagi masyarakat sekitar," kata Dede.
Selain Arifin dan Dede, apresiasi atas kinerja pemerintah dalam mempersiapkan gelaran KTT G20 di Bali juga datang dari Pemimpin Redaksi Katadata Yura Syahrul.
“Sejauh ini pemerintah cukup fokus dan siap untuk menjadi tuan rumah yang baik bagi delegasi negara-negara yang menguasai perekonomian dunia ini,” ujar Yura.
Menurutnya, KTT G20 merupakan kerja besar pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) untuk menjawab beberapa masalah dunia saat ini, terutama di tiga bidang utama yang menjadi fokus yakni, inklusivitas pelayanan kesehatan, transformasi berbabis digital, dan transisi menuju energi berkelanjutan.
“Masih butuh pembuktian lebih jauh dari kerja besar ini. Sehingga kelak Indonesia dikenang karena sukses membawa isu-isu besar menjadi perhatian dunia, selain karena sukses penyelenggaraannya,” pungkas Yura.

Sedikitnya 30 pemimpin redaksi dan jurnalis turut dalam kegiatan kunjungan ke Bali. Rombongan jurnalis dibawa untuk melihat langsung The Apurva Kempinski sebagai tempat acara puncak KTT G20 yang akan dihadiri 20 kepala negara anggota, termasuk sejumlah kepala negara undangan lainnya.
Semua ruangan tempat kegiatan KTT G20 dikunjungi para awak media, termasuk ballroom tempat para pemimpin dunia bersidang nanti.
Setelah dari Apurva rombongan dibawa mengunjungi Bali International Convention Centre (BICC), tempat lebih dari seribu awak media akan bekerja meliput jalannya KTT G20.
Dari BICC, rombongan jurnalis kemudian meninjau Taman Hutan Raya Ngurah Rai Benoa. Di lokasi ini direncanakan para pemimpin dunia peserta G20 akan menanam bibit mangrove.
Lokasi penanaman hingga trek untuk para pemimpin negara-negara berjalan sudah disiapkan untuk melihat langsung hutan.