Belajarlah Kepemimpinan dari... Air

Oleh : Reza A.A Wattimena | Selasa, 04 Juli 2017 - 11:43 WIB

Reza A.A Wattimena, Dosen Hubungan Internasional, President University, Peneliti di PresidentCenter for International Studies (PRECIS)
Reza A.A Wattimena, Dosen Hubungan Internasional, President University, Peneliti di PresidentCenter for International Studies (PRECIS)

INDUSTRY.co.id - Air adalah unsur terkuat di bumi. Ia mampu memadamkan apapun. Dalam jumlah  yang cukup, panas bumi pun bisa dipadamkannya. Ia bersifat lembut, lentur namun amat perkasa.

Ini sejalan dengan kebijaksanaan Timur kuno. Kekuatan tertinggi tidak datang dari sikap garang, atau marah, melainkan dari kelembutan, seperti air. Sikap lembut berarti menerima apapun yang terjadi, tanpa memilih. Dari keterbukaan total semacam itu, lahirlah rasa welas asih dan kebijaksanaan.

Air melambangkan semua sikap itu. Maka adalah masuk akal bagi kita untuk belajar dari air, terutama dalam soal kepemimpinan. Ada empat hal yang kiranya bisa dipelajari dari air.

Pertama, air selalu mengalir ke bawah. Seorang pemimpin perlu untuk merawat orang-orang yang dibawah pimpinannya. Pemimpin tidak boleh menjabat semata demi menjilat kekuasaan yang ada. Ia memberikan dirinya untuk perkembangan orang-orang yang berada di bawah pimpinannya.

Dua, air tidak pernah memaksa, melainkan mengikis pelan-pelan, supaya terbuka jalan. Seorang pemimpin perlu sadar, bahwa perubahan adalah sebuah proses. Ia tidak boleh dilakukan terburu-buru, tanpa perencanaan yang matang.

 Tiga, air juga selalu mencari celah untuk bergerak, bahkan ketika celah itu tidak ada. Ini melambangkan sikap pantang menyerah. Seorang pemimpin harus mencari cara baru, ketika cara lama tak lagi cocok dengan keadaan. Ia tidak boleh menyerah, hanya karena keterbatasan keadaan.  

Empat, air siap menampung segalanya. Segala kotoran, racun, sampah dan apapun akan diterimanya, dan akan diolah menjadi lebih baik. Laut adalah contoh nyata untuk hal ini.

ni berarti, seorang pemimpin harus siap menampung permasalahan dari orang-orang yang dipimpinnya. Tidak hanya menampung, ia juga perlu mengolah masalah tersebut menjadi jalan keluar yang berguna bagi kemajuan bersama. Seorang pemimpin perlu mendengar dengan jeli dan sabar, sama seperti laut menampung segalanya dengan sabar.

 Di Indonesia, terlalu sering kita berjumpa dengan (yang mengaku) pemimpin, namun tak peduli pada bawahan, suka bertindak semaunya, tanpa komunikasi, gampang menyerah dan tak mau menampung saran ataupun kritik. Kita sudah terlalu bosan dengan semua itu. Merekalah penyebab kemunduran kita di dalam hidup berorganisasi, berbangsa dan bernegara. Sudah waktunya, itu semua diubah.  

Reza A.A Wattimena :Dosen Hubungan Internasional, Universitas Presiden, Cikarang, dan Peneliti di President Center for International Studies (PRECIS)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Alsintan Tekan Biaya Olah Tanah Cabai Hingga 90 Persen (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 27 Juni 2019 - 07:43 WIB

Modernisasi Mengubah Wajah Pertanian Indonesia

Jakarta - Visi kedepan yang cukup jauh. Itu lah yang nampak dari kebijakan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Salah satunya adalah program modernisasi pertanian melalui berbagai ragam bantuan…

“Mengenal Lebih Dalam tentang Polistirena Busa untuk Kebaikan Manusia dan Lingkungan” di Karawang, Jawa Barat, Rabu (26/6/2019).

Kamis, 27 Juni 2019 - 07:32 WIB

Masaro Jadi Paradigma Baru untuk Mengatasi Masalah Sampah di Indonesia

Tata kelola penanganan sampah di Indonesia belum baik, terlebih perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarang sehingga berdampak pada kerusakan lingkungan. Kini melalui manajemen sampah…

Direktur Utama BRI Suprajarto saat di PBB

Kamis, 27 Juni 2019 - 07:07 WIB

Dirut BRI Berbicara Tentang Pemberdayaan UMKM di Forum PBB

New York -  Direktur Utama Bank BRI Suprajarto menjadi pembicara dalam salah satu forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berjudul Micro, Small and Medium-sized Enterprises (MSME) Day 2019…

“Mengenal Lebih Dalam tentang Polistirena Busa untuk Kebaikan Manusia dan Lingkungan” di Karawang, Jawa Barat, Rabu (26/6/2019).

Kamis, 27 Juni 2019 - 07:01 WIB

Ini Fakta Benar Soal Penggunaan Styrofoam bagi Manusia dan Lingkungan

Tahukah Anda penggunaan styrofoam yang digunakan dalam mengemas makanan dan minuman yang selama ini diisukan tidak aman dan tidak sehat tidak terbukti sama sekali. Bahkan styrofoam yang beredar…

Adil Mubarak Vice President Operations RedDoorz (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 27 Juni 2019 - 07:00 WIB

SDM Berkualitas, Kunci Utama Suksesnya Industri Pariwisata Nasional

Sebagai salah satu pelaku bisnis dalam dunia pariwisata Indonesia, RedDoorz turut berpartisipasi dalam pertumbuhan sektor pariwisata di Indonesia dengan mengadakan pelatihan Quality Training…