INDUSTRY.co.id, Jakarta- Reina, seorang ibu di Kawasan Paseban, Jakarta Pusat, mengaku, hanya mempercayakan TIKI, untuk setiap pengiriman dokumen atau barang. Baik dalam kota, lintas pulau maupun paket ke luar negeri.

Advertisement

“Sejak dulu ya, saya selalu mempercayakan TIKI. Mau kirim undangan pernikahan ataupun kiriman barang antara pulau. Termasuk yang dilakukan anak saya, yang katanya pake internet itu. TIKI sudah dipercaya oleh keluarga selama puluhan tahun. Bagi saya, TIKI di Dadaku,”ujar nenek berusia 68  tahun dan masih tampak energik,  ini, penuh bangga.

Hal senada juga diutarakan Lina, Wanita karir yang berkantor  di Kawasan Pluit,  Jakarta Utara. Dirinya mengaku kerap menggunakan jasa TIKI selama Pandemi maupun diwaktu sebelumnya. Lina selalu mengikuti saran ayahnya yang terbiasa menggunakan  jasa TIKI. Ayahnya, menyebut TIKI  sebagai jasa pengiriman yang lebih dipercaya. TIKI juga disebut sebagai perusahaan tangguh yang melewati berapa krisis karena sistem pengelolaan dan kinerjanya bagus. Seperti di saat banyak perusahaan lain babak belur dihantam krisis moneter 1997, TIKI terlihat tetap eksis bahkan ekspansi. Kemudian saat Pandemi, TIKI tetap eksis melayani pelanggan yang semuanya dalam kondisi work from home (WFH).

Advertisement

“Kita WFH ya tentu lebih banyak gunakan teknologi. Kami pakai TIKI Karena sudah dipercaya dan dikenal lama aja, dan berita baiknya selalu ada dari mulut ke mulut. Kalau ada sesuatu dengan produk kiriman, responnya lebih cepat. Tentu selama Pandemi sangat terbantu. Kita jual herbal. Sampainya cepat,”ujarnya,” mengumbar senyum.

Reina  dan Lina hanyalah dua dari banyak  konsumen yang mengakui eksistensi PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI) sebagai pelopor jasa kurir swasta selama 52 tahun.

Advertisement

Diakui bisnis TIKI adalah bisnis jasa pengiriman  yang selalu laris sepanjang waktu. Apalagi TIKI,  telah melalui berbagai fase generasi pelanggan yang memiliki karakteristik yang berbeda dalam melakukan penentuan dan pembelian suatu produk dan jasa. TIKI selalu mengedepankan  operational excellence  (kualitas pelayanan terbaik dengan kapabilitas operasional yang mumpuni),  customer intimacy (mengedepankan kebutuhan dan kepentingan konsumen) dan  product leadership  (inovasi layanan).

“Kami bangga dengan semakin ketatnya persaingan di jasa kurir, TIKI tetap menjadi jasa kurir pilihan pelanggan Indonesia dari generasi ke generasi hingga saat ini,."  Ujar seorang karyawan TIKI dalam sebuah award dari Majalah Ekonomi Terkemuka di tanah air.

Advertisement

Yulina Hastuti, Direktur Utama TIKI, mengakui kehebatan TIKI. Dia  mengatakan, TIKI sebagai jasa kurir dan logistik memahami peranannya dalam menopang roda perekonomian terutama di masa krisis seperti pandemi beberapa tahun terakhir ini. TIKI berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang prima, serta inovasi produk dan layanan berbasis digital untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha, dan masyarakat luas.

Menyinggung pandemi, Yuliana Hastuti, mengakui bahwa selama masa pandemi Covid-19, kinerja operasional TIKI berjalan dengan baik. Di mana, terjadi peningkatan volume pengiriman sebesar 10 sampai 15 persen.

Tentu saja, pandemi kata dia, ternyata membawa perubahan lifestyle masyarakat yang beralih kepada penggunaan teknologi. Banyak masyarakat yang memanfaatkan waktu work from home (WFH) untuk menjadi seller online.

“Dari rumah itu membuka usaha dan akibatnya itu online, terjadi peningkatan di situ, kita membantu mereka mengirim barang. Jadi di masa pandemi akhir tahun 2020-2021 kita itu stabil dan tetap, ada sedikit peningkatan 10-15 persen,” ujarnya.

Dalam catatan redaksi industry.co.id, ada beberapa keunggulan Tiki. Tak hanya matang pengalaman selama 52 tahun dan sudah membentuk mindset pelanggan bahwa industri pengiriman adalah Tiki. Tapi perusahaan ini juga unggul dalam pelayanan dan setiap komplain pelanggan direspon dalam waktu yang cepat. TIKI juga memiliki jaringan luas nasional dan internasional. Hingga saat ini, TIKI memiliki jaringan operasional yang meliputi 65 kota besar di Indonesia, didukung oleh lebih dari 500 kantor perwakilan, lebih dari 3700 gerai dan lebih dari 6.000 karyawan di seluruh Indonesia.

Patut disadari, perusahaan yang berdiri pertama kali di tahun 1970 ini,  eksistensi bisnisnya hingga 52 tahun saat ini,  tidak terlepas dari dukungan dan kepercayaan dari masyarakat. Hebatnya lagi,  TIKI, menjadi saluran berkah bagi banyak orang. Tak hanya menyerap lapangan kerja yang besar tapi juga mendukung UMKM di Indonesia naik kelas  dan turut mengembangkan kapabilitas pelaku bisnis dengan berbagi pengalaman terkait pengelolaan sistem distribusi.

TIKI juga sukses melakukan kolaborasi dengan mitra keagenannya dan marketplace untuk memberikan pembekalan bagi UMKM. Tak hanya mengejar profit, TIKI juga memiliki komitmen untuk menjalankan tanggung jawab perusahaan yang difokuskan pada dua area yaitu pendidikan dan bidang sosial.

Itulah gambaran singkat TIKI selama 52 tahun. Kendati sudah banyak pemain lokal, maupun pelaku asing yang  muncul bak jamur di musim hujan, dengan ragam kekuatan. Karena kue bisnisnya cukup menggoda, jumlah pemainnya makin banyak. Namun bisnis logistik  TIKI terus tumbuh. 

Diakui persaingan bisnis yang ketat. Mulai dari yang sekadar menawarkan layanan dasar (basic services) seperti kurir, pergudangan, atau distribusi, hingga yang menyediakan layanan terintegrasi (total logistic solution).

Sementara permintaan jasa pengiriman barang dan layanan logistik diperkirakan akan terus meningkat sehingga industri jasa ekspres dan logistik bakal meningkat sesuai tren perdagangan global. Apalagi dengan adanya tren di kalangan pelaku usaha yang mulai menerapkan outsourching, sebagian atau seluruh layanan logistiknya. Dengan kata lain, jasa logistik sebagai entitas bisnis, makin memiliki peluang besar dibalik era perdagangan bebas ini.

TIKI yang menginjak usia 52 tahun pada 1 September 2022, dalam beberapa tahun terakhir, mengoleksi beberapa penghargaan. Termasuk penghargaan bidang  teknologi. TIKI melihat digitalisasi telah mengubah cara berbisnis dan berinteraksi dengan pelanggan termasuk di jasa kurir. Di TIKI sendiri, telah lama mengembangkan inovasi layanan berbasis teknologi dan memastikan setiap titik kontak dengan pelanggan mulai dari  drop off dan pemesanan layanan, perjalanan barang hingga sampai ke tempat tujuan dapat diakses secara mudah dan transparan dimana saja dan kapan saja.

Tidak hanya itu, TIKI juga memfokuskan strategi pemasaran melalui media sosial dengan memperbanyak interaksi di kanal komunikasi digital, menciptakan story telling yang menarik, dan pengalaman pelanggan yang memuaskan dalam mengakses informasi produk dan layanan TIKI.

Hingga saat ini, produk dan pelayanan TIKI telah diakui dan meraih berbagai penghargaan meliputi Superbrands Indonesia 2017 dari Superbrands Indonesia, Netizen Courier Service Choice 2017 dari Majalah Warta Ekonomi, Top Brand Award dari Frontier dan Majalah Marketing, Service Quality Award 2016 dari Service Excellence, Pertama di Indonesia TIKI Self Service Machine dari Tras n Co, Indonesia Digital Popular Brand Award 2016 dari Tras n Co, Indonesia E-Commerce Brand Award 2016, Indonesia Wow Brand 2015 dari Markplus, dan Indonesia Most Favorite Women Brand 2015 dari MarkPlus.

Di tahun 2018, TIKI kembali dipercaya untuk meraih penghargaan antara lain Penghargaan "Indonesia Business Development Award 2018" kategori "The Best Freight Forwarding Company in Service and Customer Satisfaction of the Year 2018" oleh Indonesia Development Achievement Foundation, pada Oktober 2018; Top Brand Category: Courier Service " in recognition of outstanding achievement in building the top brand "; SQ Category : Courier "For achieving excellent total service quality satisfaction based on customer perception survey SQIndex 2018".