INDUSTRY.co.id - Jakarta - Para investor UEA menyambut baik berbagai proyek infrastruktur yang ditawarkan BUMD DKI Jakarta dalam Jakarta Business Forum. Sebagai tindak lanjut, akan dilakukan pertemuan-pertemuan antara calon investor UEA dan BUMD pemilik proyek ke depan.
Guna mendukung hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Jakarta Investment Centre (JIC) DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, akan menjadi pintu gerbang bagi setiap investor yang tertarik untuk berinvestasi di Jakarta. JIC juga siap menyediakan segala informasi yang dibutuhkan oleh calon investor sehingga seluruh proeses berjalan efisien dan efektif.
Hal ini terungkap dalam “Jakarta Business Forum” dengan tema “Jakarta: City of Opportunity, City of Collaboration”, yang diselenggarakan bersama Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jakarta dan Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Abu Dhabi dalam rangkaian Expo 2020 Dubai yang dilaksanakan pada tanggal 15 s.d. 16 Maret 2022.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Sri Haryati menyebutkan pertumbuhan ekonomi dan investasi Jakarta terus menunjukkan tren positif. Pada 2021, realisasi investasi meningkat 8,8% dibandingkan tahun sebelumnya.
“Secara umum, realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Jakarta tahun 2021 sebesar Rp.103,3 triliun atau berkontribusi 11,5% terhadap realisasi investasi nasional. Angka ini melebihi target yang ditetapkan yaitu sebesar Rp.94 triliun,” jelasnya.
Sejalan dengan rencana pemindahan Ibu Kota Negara ke depan, ia pun mengatakan bahwa Jakarta akan terus berupaya menjadi kota metropolitan terbesar di Indonesia yang berperan terhadap ekonomi nasional seperti halnya New York untuk Amerika Serikat, Sydney untuk Australia, dan Dubai untuk UEA.
Direktur Kebijakan Internasional Bank Indonesia, Haris Munandar, menyatakan bahwa Jakarta sebagai pusat bisnis berperan besar dalam perekonomian Indonesia. Kontribusi Jakarta mencapai 17,2% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Tertinggi jika disandingkan dengan 34 provinsi lainnya.
“Pada tahun 2021, perekonomian Jakarta pulih secara stabil menjadi 3,56% YoY. Sedikit di bawah ekonomi nasional namun secara stabil diproyeksikan akan melebihi ekonomi nasional ke depan,” ucapnya.
Investasi Asing Langsung (Foreign Direct Investment/FDI) juga menunjukkan kinerja yang kuat pada tahun 2021. Sejalan dengan pengendalian Covid-19 di Jakarta, sektor-sektor utama, khususnya manufaktur dan perdagangan mulai berangsur membaik dan pulih.
“Di samping itu, sektor jasa seperti kesehatan, transportasi, pergudangan, akomodasi, makanan dan minuman turut mendukung pemulihan ekonomi pada tahun 2021 dan diproyeksikan menjadi sektor unggulan berikutnya dalam perekonomian Jakarta,” jelas Haris.
Ia mengungkapkan bahwa dengan pemulihan ekonomi yang solid dan potensi ekonomi yang besar, Jakarta memiliki sumber-sumber pertumbuhan baru yang menjanjikan.
“Bank Indonesia dan Pemprov DKI Jakarta bersama dengan stakeholder lainnya senantiasa berkomitmen untuk menciptakan iklim bisnis yang kondusif dan berkelanjutan guna meningkatkan investasi di Jakarta. Selamat berinvestasi,” tandasnya.
Adapun berbagai proyek investasi potensial yang ditawarkan dalam Jakarta Business Forum Expo 2020 Dubai, diantaranya :
- MRT Fase IV Rute Fatmawati -Taman Mini Indonesia Indah (TMII)
- Area Ritel: Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI)
- Area Ritel: Stasiun Fatmawati
- Rusun Nuansa Cilangkap
- Rusun Nuansa Pondok Kelapa
- TOD Lebak Bulus
- TOD Sentra Primer Tanah Abang
- LRT Rute Kelapa Gading – Jakarta International Stadium (JIS)
- TOD Pegangsaan Dua
- Kendaraan Listrik dan Infrastrukturnya
- Stasiun Bus Rapid Transit (BRT)
- Area Ritel: Stasiun Cakra Selaras Wahana (CSW)
Pemprov DKI Jakarta memfasilitasi empat BUMD pemilik proyek tersebut yaitu PT MRT Jakarta, Perumda Pembangunan Sarana Jaya, PT Jakarta Propertindo dan PT Transportasi Jakarta untuk bertemu langsung dengan calon investor di UEA melalui one-on-one meeting.