INDUSTRY.co.id - Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengemukakan perputaran uang dari sektor otomotif di Jabar mencapai Rp1,5 triliun per tahun. 

Advertisement

Perputaran ekonomi otomotif tersebut berasal dari belanja bahan bakar minyak, penginapan, kuliner, hiburan, hingga pedagang kaki lima.

"Tercatat perputaran ekonomi dari sektor otomotif di Jabar per tahun mencapai Rp 1,2 triliun hingga Rp1,5 triliun dari mulai belanja BBM, penginapan, kuliner, pedagang kaki lima, seniman, katering, transportasi, dan lain-lain," kata Ridwan Kamil dalam siaran persnya yang diterima di Bandung (6/3/2022).

Advertisement

Ia menyebutkan ekonomi otomotif ini bisa lebih meningkat dengan cara memperbanyak event otomotif di level kampung, kabupaten, provinsi, nasional, bahkan bertaraf internasional.

Selain itu, salah satu ekonomi otomotif yang akan digenjot adalah revitalisasi Sirkuit Internasional Sentul di Bogor.

Advertisement

Kang Emil (sapaan Ridwan Kamil) menuturkan sirkuit legendaris ini akan lahir kembali dengan konsep bangunan baru yang lebih baik dengan visi be the best in the world.

"Kami bercita-cita Sirkuit Sentul reborn dengan konsep baru visinya be the best in the world," ujar Kang Emil.

Advertisement

Sirkuit Sentul pada 1997 pernah menggelar event MotoGP. Kala itu pebalap legendaris dunia Valentino Rossi masih mengawali karirnya. Kang Emil ingin event dunia tersebut kembali digelar di Indonesia, tentunya dengan pembenahan Sirkuit Sentul.

"Tentu butuh revitalisasi, dan itu akan jadi dukungan dari kami untuk Sentul," katanya.

Menurutnya, Jabar memiliki banyak komunitas otomotif yang apabila lebih dikembangkan bisa berprestasi di cabang olahraga otomotif. 

Senada dengan Kang Emil, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengatakan, otomotif kini bukan hanya sekadar olahraga, melainkan sudah menjadi industri. 

Pihak Kemenpora pun mengapresiasi otomotif di Jabar yang mampu menyumbang pertumbuhan ekonomi dengan jumlah mencapai lebih dari Rp1 triliun.

"Saya setuju bukan hanya olahraga, otomotif pun sudah menjadi industri. Jabar sudah membuktikannya dengan sumbangan per tahun di atas Rp 1 triliun. Saya kira ini bisa kita dorong dengan cabor lainnya," ujar Menpora.

Ia mengungkapkan dalam desain besar olahraga nasional ada dua hal yang ditekankan selain prestasi, yaitu sport industry dan sport tourism. Jabar sangat kaya akan industri dan sport tourism, sehingga tinggal ditingkatkan promosinya ke mancanegara.

"Jabar memiliki keduanya, tinggal dipaketkan dengan baik untuk dipromosikan ke luar negeri," kata Zainudin.